Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUELiga Indonesia 2025/2026NasionalNEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaTOPSKOR

Tak Lagi Bergantung pada Duet DDS–Ciro, Persib Bandung Kini Lebih Kolektif

×

Tak Lagi Bergantung pada Duet DDS–Ciro, Persib Bandung Kini Lebih Kolektif

Sebarkan artikel ini
Tak Lagi Bergantung pada Duet DDS–Ciro, Persib Bandung Kini Lebih Kolektif
Tak Lagi Bergantung pada Duet DDS–Ciro, Persib Bandung Kini Lebih Kolektif

Liganusantara.comJakarta – Persib Bandung menunjukkan bahwa kekuatan sebuah tim tidak harus bertumpu pada satu atau dua pemain saja di ajang Super League 2025–2026. Jika pada musim-musim sebelumnya Maung Bandung dikenal sangat bergantung pada duet tajam David da Silva dan Ciro Alves, kini wajah permainan Persib berubah menjadi lebih menyeluruh dan kolektif.

Kepergian David da Silva dan Ciro Alves ke Malut United pada awal musim sempat memunculkan keraguan terhadap daya gedor Pangeran Biru. Pasalnya, kedua pemain tersebut merupakan mesin gol utama Persib dalam beberapa musim terakhir.

Selama memperkuat Persib sejak musim 2021–2022 hingga 2024–2025, David da Silva mencatatkan kontribusi luar biasa. Penyerang asal Brasil berusia 36 tahun itu mengoleksi 74 gol dari 113 pertandingan, ditambah 18 assist dalam total 8.818 menit bermain.

Sementara itu, Ciro Alves yang beroperasi di sisi sayap kanan juga tampil konsisten. Eks pemain Timnas U-20 Brasil tersebut menyumbangkan 35 gol dan 33 assist dari 107 laga bersama Maung Bandung dengan total menit bermain mencapai 8.620 menit.

Performa apik duet DDS–Ciro menjadi faktor krusial di balik keberhasilan Persib meraih gelar juara secara beruntun dalam dua musim sebelumnya. Hal ini turut diakui oleh gelandang Persib, Beckham Putra Nugraha, yang menyebut kombinasi keduanya sebagai sumber utama gol tim kala itu.

Meski demikian, Beckham menilai absennya dua pemain penting tersebut tidak terlalu berdampak besar pada musim ini. Menurut pemain yang akrab disapa Etam itu, Persib justru tampil lebih seimbang karena banyak pemain lain kini mampu mengambil peran sebagai pencetak gol.

“Syukur alhamdulillah, musim ini kami tidak lagi bergantung pada satu atau dua pemain saja,” ujar Beckham kepada awak media di GOR UNJ, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
“Distribusi gol lebih merata, siapa pun bisa mencetak gol, dan itu jadi kekuatan tambahan bagi tim.”

Perubahan tersebut terbukti dari performa Persib yang tetap konsisten di papan atas klasemen Super League 2025–2026. Hingga paruh musim, Maung Bandung masih menjadi tim terbaik dengan catatan tak terkalahkan dalam 17 laga kandang serta status sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.

Kontribusi gol datang dari berbagai lini. Uilliam Barros menjadi top skor sementara tim dengan 7 gol, disusul Andrew Jung dan Ramon Tanque yang masing-masing mencetak 4 gol. Nama lain seperti Luciano Guaycochea, Saddil Ramdani, dan Federico Barba juga ikut menyumbang tiga gol.

Skuad asuhan Bojan Hodak pun sukses menutup paruh musim di posisi puncak klasemen dengan raihan 38 poin dari 17 pertandingan, sekaligus menggeser Borneo FC. Pada laga penentuan juara paruh musim, Persib berhasil menundukkan rival abadi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 11 Januari lalu.

Dalam laga tersebut, Beckham Putra tampil sebagai penentu kemenangan lewat gol tunggalnya yang memastikan tiga poin tetap di Bandung.

“Kalau dibandingkan musim lalu, gol lebih banyak datang dari Ciro dan David. Sekarang kami punya banyak opsi, dan itu membuat tim lebih kuat,” tambah pemain bernomor punggung 7 tersebut.

Dengan pola permainan yang lebih variatif dan kontribusi merata dari banyak pemain, Persib Bandung kini tampil lebih solid dan sulit ditebak lawan. Dukungan penuh Bobotoh pun diharapkan mampu menjaga momentum positif Maung Bandung hingga akhir musim dan membuka peluang meraih gelar Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *