Liganusantara.com, Jakarta – Juru taktik PSBS Biak, Marian Mihail, menyatakan kesiapannya memimpin skuat Badai Pasifik menghadapi tantangan berat dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Laga krusial ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (27/2/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Bagi Mihail, kembali ke atmosfer sepak bola Indonesia memberikan kegembiraan tersendiri. Mantan pelatih PSS Sleman ini mengaku terkesan dengan perkembangan kualitas liga saat ini. Namun, ia menyadari bahwa timnya tengah berada dalam tekanan besar untuk lolos dari jerat degradasi.
Perang Mental di Papan Bawah

Pelatih asal Rumania tersebut menyoroti perbedaan kondisi psikologis antara kedua tim. Saat ini, PSBS masih tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 18 poin, posisi yang sangat rawan terlempar ke kasta bawah. Sebaliknya, PSIM tampil lebih tenang di urutan kedelapan dengan raihan 33 poin.
“Kondisi mental kami sangat kontras. Lawan mungkin bermain tanpa beban karena posisi mereka relatif aman. Sementara bagi kami, setiap laga adalah final. Kami berada di situasi sulit dan wajib memberikan segalanya demi bertahan di kasta tertinggi,” tegas Mihail dalam sesi konferensi pers.
Waspadai Organisasi Permainan PSIM

Menganalisis gaya main lawan, pelatih berusia 67 tahun ini menilai PSIM memiliki identitas permainan yang sangat teratur dan teknis. Ia menekankan bahwa Laskar Mataram memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan Persis Solo atau Persita Tangerang.
“Kami sudah membedah kekuatan mereka, terutama dari rekaman pertandingan terakhir. PSIM adalah tim yang sangat terorganisir. Kami telah menyiapkan rencana agar tim bisa bermain dengan intensitas tinggi dan kepercayaan diri penuh guna mengamankan poin,” imbuhnya.
Nurhidayat Targetkan Poin Penuh
Senada dengan sang pelatih, bek andalan PSBS, Nurhidayat, menyatakan bahwa seluruh pemain telah menyerap instruksi taktik yang diberikan. Mantan penggawa timnas ini berharap persiapan matang di sesi latihan bisa diterjemahkan menjadi kemenangan di lapangan hijau.
“Kami sudah mendapatkan arahan teknis dari pelatih untuk meredam PSIM. Fokus kami satu, yakni menjalankan instruksi dengan disiplin agar bisa membawa pulang tiga poin krusial bagi PSBS,” pungkas Nurhidayat.
Kemenangan dalam laga ini bukan sekadar tambahan angka di klasemen, melainkan momentum penting untuk membangkitkan moralitas skuat PSBS Biak di sisa musim kompetisi.










