Liganusantara.com, Jakarta – Kegagalan Persib Bandung melaju lebih jauh di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi publik sepak bola nasional. Langkah Maung Bandung harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah agregat 1-3 dari utusan Thailand, Ratchaburi FC.
Mantan penyerang legendaris Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, turut memberikan bedah taktik dan mentalitas terkait performa skuat asuhan Bojan Hodak tersebut melalui kanal YouTube Nusantara TV.
Faktor Mental dan Defisit Gol yang Terlalu Besar

Menurut Indriyanto, kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di markas Ratchaburi menjadi akar masalah utama. Defisit tiga gol dinilai meruntuhkan motivasi para pemain untuk membalikkan keadaan di leg kedua.
“Masalah utamanya ada pada mentalitas. Perjalanan di kompetisi Asia membutuhkan kesiapan mental yang lebih kuat. Kebobolan tiga gol di leg pertama itu sangat berat. Jika selisihnya hanya satu atau dua gol, motivasi untuk membalas di kandang masih besar. Tapi skor 3-0 benar-benar memukul mental tim,” ujar sosok yang akrab disapa “Nunung” tersebut.
Taktik Ratchaburi yang Berhasil Mematikan Lini Tengah
Indriyanto menyoroti bagaimana tim lawan sukses membaca strategi Persib. Lini tengah Pangeran Biru yang biasanya dominan di liga domestik, justru tak berkutik menghadapi kedisiplinan Ratchaburi FC.
“Ratchaburi bermain sangat cerdas. Di leg pertama, mereka mematikan aliran bola di lini tengah sehingga permainan kaki ke kaki Persib tidak berjalan. Sementara di leg kedua yang berlangsung di GBLA, mereka bermain sangat defensif dan hanya mengandalkan serangan balik cepat,” tambahnya.
Meski Persib sempat menang 1-0 di leg kedua, kartu merah yang diterima penggawa Persib di tengah laga kian mempersulit misi keajaiban untuk mengejar agregat.
Fokus Kembali ke Domestik

Setelah tersingkir dari kancah Asia, Bojan Hodak kini dituntut untuk segera mengevaluasi kekosongan koordinasi antar lini, terutama sektor gelandang dan pertahanan yang dinilai rapuh selama ACL 2.
“Kini saatnya fokus kembali ke BRI Super League. Pelajaran dari Asia harus dijadikan modal untuk memperkuat performa di liga lokal, apalagi saat ini Persib sedang bersaing ketat di papan atas,” pungkas Indriyanto.










