Liganusantara.com, Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan PSM Makassar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026), menjadi perhatian karena perangkat Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat digunakan sepanjang pertandingan.
Ketiadaan teknologi tersebut dinilai mencederai kualitas kompetisi. Ini menjadi momen pertama di musim ini di mana pertandingan Super League berlangsung tanpa dukungan VAR hingga peluit akhir dibunyikan.
Sebelum laga dimulai, kedua tim telah menerima pemberitahuan dari perangkat pertandingan bahwa VAR sedang mengalami gangguan teknis. Pelatih PSM, Tomas Trucha, mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Ia menyebut absennya VAR memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Menurut Trucha, informasi mengenai gangguan VAR diterima saat sesi pemanasan. Saat itu, perangkat disebut tengah dalam proses perbaikan. Namun hingga turun minum bahkan sampai pertandingan berakhir, sistem tersebut tetap tidak bisa digunakan.
Dalam pertandingan tersebut, Persija akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 atas PSM.
Trucha menjelaskan bahwa pihaknya sempat menunggu kejelasan hingga jeda babak pertama, tetapi tidak ada perkembangan berarti. Karena itu, ia menyampaikan kondisi tersebut kepada para pemain sebelum laga benar-benar dimulai.
Pelatih asal Jerman itu menilai, tanpa bantuan teknologi, seluruh keputusan sepenuhnya bergantung pada pandangan wasit di lapangan. Hal tersebut, menurutnya, membuat dinamika pertandingan berbeda dibanding laga-laga sebelumnya yang menggunakan VAR.
Ia juga membandingkan dengan pertandingan PSM kontra Dewa United pada pekan sebelumnya. Saat itu, pemainnya, Victor Luiz, menerima sanksi larangan tampil tiga pertandingan setelah VAR menilai tekel yang dilakukannya sebagai pelanggaran berat.
Trucha melihat dalam duel melawan Persija terdapat sejumlah benturan keras yang serupa. Ia berpendapat, apabila VAR tersedia, bukan tidak mungkin beberapa insiden tersebut berujung kartu kuning atau bahkan kartu merah.
Menurutnya, situasi ini menyulitkan tim pelatih dalam memberikan pemahaman kepada pemain soal konsistensi pengambilan keputusan oleh wasit. Ia menegaskan bahwa jika kompetisi telah mengadopsi VAR, maka penggunaannya seharusnya berlaku merata di seluruh pertandingan setiap pekan.
Meski mempertanyakan alasan tidak berfungsinya perangkat tersebut kepada federasi, Trucha menegaskan dirinya dan tim tetap harus fokus pada aspek yang dapat mereka kendalikan di lapangan.












