Liganusantara.com, Jakarta – Manajemen Persijap Jepara menunjukkan langkah serius dalam menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026, khususnya pada putaran kedua kompetisi. Demi memastikan tim tetap bersaing di kasta tertinggi, Laskar Kalinyamat rela mengalokasikan dana besar untuk memperkuat skuad.
Pada bursa transfer paruh musim, Persijap tercatat telah menambah kekuatan dengan mendatangkan sedikitnya lima pemain asing anyar. Menariknya, tiga di antaranya merupakan pemain asal Spanyol yang sebelumnya merumput di Indian Super League (ISL), salah satu liga dengan tingkat persaingan tinggi di kawasan Asia Selatan.
Melalui pernyataan resmi klub, Persijap mengungkapkan bahwa investasi yang dikeluarkan untuk perombakan tim pada putaran kedua mencapai angka puluhan miliar rupiah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi besar manajemen dalam membangun komposisi skuad yang lebih kompetitif.
“Persijap Jepara kembali mengucurkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah sebagai bentuk keseriusan dalam memperkuat tim. Perubahan komposisi pemain dilakukan demi meningkatkan performa pada putaran kedua BRI Super League,” tulis pernyataan resmi klub.
Lebih lanjut, manajemen Laskar Kalinyamat menegaskan bahwa pemain-pemain asing yang didatangkan bukan nama sembarangan. Seluruhnya memiliki pengalaman bermain di level kompetitif, termasuk di Indian Super League yang dikenal sebagai salah satu liga terkuat di Asia Selatan.
“Manajemen resmi menghadirkan sejumlah pemain asing berpengalaman dari Indian Super League (ISL) untuk menambah kualitas dan kedalaman skuad,” lanjut keterangan tersebut.
Dengan langkah agresif di bursa transfer ini, Persijap Jepara berharap dapat memperbaiki performa tim dan menjaga peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Amunisi Berpengalaman dari India

Sejumlah pemain asal Spanyol yang memiliki rekam jejak di Indian Super League kini memperkuat Persijap Jepara. Dua di antaranya adalah Iker Guarrotxena dan Borja Herrera, yang sebelumnya membela FC Goa. Selain itu, José Luis Espinosa Arroyo juga direkrut setelah tampil bersama Mumbai City.
Langkah Persijap mendatangkan pemain dengan latar belakang kompetisi India sejatinya bukan hal baru. Pada awal musim, Laskar Kalinyamat telah lebih dulu mengamankan jasa Alexis Gomez dan Carlos Franca, yang kala itu bermain untuk Mohammedan SC.
Manajemen klub menilai kehadiran pemain-pemain tersebut memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan tim. Mereka dianggap mampu meningkatkan kreativitas permainan sekaligus memperkuat struktur bertahan.
“Kehadiran para pemain ini menjadi elemen penting dalam memperkaya variasi permainan Persijap, baik saat membangun serangan maupun ketika bertahan,” demikian pernyataan resmi klub.
Faktor sosok Mario Lemos juga disebut berperan besar dalam arah kebijakan transfer ini. Pelatih yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persijap tersebut sebelumnya menukangi Mumbai City pada musim 2024/2025, sehingga memiliki pemahaman mendalam tentang kualitas pemain-pemain dari Indian Super League.
Target Tampil Lebih Kompetitif
Persijap menegaskan bahwa perekrutan pemain asing berpengalaman ini merupakan wujud keseriusan klub dalam menghadapi ketatnya persaingan putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Laskar Kalinyamat membidik hasil maksimal demi mengamankan posisi dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Tantangan tersebut semakin berat mengingat hingga saat ini tim asuhan Divaldo Alves masih berada di zona bawah klasemen.
“Langkah Persijap Jepara mendatangkan pemain dengan pengalaman bermain di Indian Super League menjadi sinyal kuat ambisi klub untuk tampil lebih kompetitif,” tulis manajemen dalam keterangannya.
Dengan suntikan kualitas dan pengalaman dari para pemain anyar, Persijap berharap mampu memperbaiki performa tim dan keluar dari tekanan papan bawah klasemen pada sisa musim kompetisi.










