Liga Indonesia 2025/2026NasionalNEWSOlahragaSepakbola

Timo Scheunemann: Sistem Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Dinilai Sudah Tepat Arah

×

Timo Scheunemann: Sistem Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Dinilai Sudah Tepat Arah

Sebarkan artikel ini
Timo Scheunemann: Sistem Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Dinilai Sudah Tepat Arah
Timo Scheunemann: Sistem Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Dinilai Sudah Tepat Arah

Liganusantara.com, SOLO – Pelatih sepak bola Timo Scheunemann menilai program pengembangan sepak bola putri di Indonesia telah berjalan sesuai arah yang benar. Ia menekankan bahwa proses pembinaan dilakukan secara bertahap sejak usia dini dengan sistem pencarian bakat yang terstruktur.

Menurut Timo, keunggulan utama pembinaan saat ini terletak pada proses seleksi yang dimulai dari level dasar. Program seperti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) menjadi salah satu contoh pencarian pemain yang dilakukan secara objektif dan berjenjang.

Dalam ajang MLSC Solo Seri 2 musim 2025–2026 yang digelar pada 10–15 Februari 2026, tercatat 1.618 siswi dari 90 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah Solo Raya ambil bagian. Dari kelompok usia 10 dan 12 tahun tersebut, panitia menyeleksi sekitar 40 hingga 50 pemain, lalu dipersempit menjadi 25 peserta sebelum akhirnya dipilih 16 pemain terbaik untuk mewakili Solo di tahap berikutnya di Kudus.

Para pemain yang terpilih kemudian mendapatkan pelatihan intensif serta pemantauan perkembangan secara berkala. Pola seleksi berlapis serupa juga diterapkan pada kelompok usia U-15 dan U-18. Timo menilai sistem ini menciptakan ekosistem pembinaan yang kuat sehingga hasilnya diharapkan dapat terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak talenta baru mulai muncul dari program MLSC, sementara pemain yang sudah teridentifikasi sebelumnya menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan. Menurutnya, perkembangan tersebut membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten akan berdampak langsung pada kualitas pemain.

Selain melalui turnamen, para pemain juga diarahkan untuk mengikuti program latihan tambahan dan bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) guna memperkuat pengembangan teknik dan mental bertanding. Timo menambahkan bahwa tim all-star dari berbagai kota sudah mulai terbentuk, dan Solo termasuk salah satu daerah yang berpeluang bersaing saat bertemu kota lain seperti Bandung, Jakarta, dan Kudus pada akhir Juni 2026.

Sementara itu, perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Wiguna, mengapresiasi antusiasme masyarakat Solo terhadap penyelenggaraan MLSC. Ia menyebut turnamen sepak bola putri usia dini ini menjadi wadah penting untuk membina dan mengasah kemampuan pemain secara berkelanjutan demi melahirkan atlet berkualitas.

Chandra juga menuturkan bahwa meski jumlah peserta kelompok usia 12 tahun sedikit menurun akibat penyesuaian kalender akademik sekolah, kualitas pertandingan justru meningkat. Ia menilai dukungan orang tua yang hadir langsung menyaksikan pertandingan turut menjadi faktor penting dalam pengembangan sepak bola putri di daerah tersebut.

Pada partai final MLSC Solo Seri 2 2025–2026 yang digelar di Lapangan Kota Barat, Minggu (15/2/2026), SD Kristen Manahan Surakarta berhasil mempertahankan gelar juara kategori U-12 setelah mengalahkan MIN 9 Sragen dengan skor 7-2. Sementara itu, MIN 9 Sragen membalas di kategori U-10 dengan menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *