Berita Liga 2Berita Liga 3BRI SUPER LEGUEInternasionalKualifikasi Piala Dunia 2026Liga Indonesia 2025/2026OlahragaSepakbolaSKOR TERKINITimnas Indonesia

Target Piala Dunia 2030 Tinggi, Namun Timnas Indonesia Tetap Wajib Buktikan Diri di Turnamen Lain

×

Target Piala Dunia 2030 Tinggi, Namun Timnas Indonesia Tetap Wajib Buktikan Diri di Turnamen Lain

Sebarkan artikel ini
Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Liganusantara.com, JakartaPSSI memasang ambisi besar kepada pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut diharapkan mampu mengantar Skuad Garuda menembus panggung Piala Dunia 2030.

Ambisi tersebut dinilai sah dan wajar. Namun, fokus jangka panjang menuju Piala Dunia tidak boleh membuat Timnas Indonesia mengesampingkan berbagai turnamen penting lain yang juga menuntut pembuktian nyata di atas lapangan.

Sepanjang tahun 2026, setidaknya ada dua agenda besar yang menanti Herdman bersama Timnas Indonesia, yakni FIFA Series pada Maret serta Piala AFF yang dijadwalkan berlangsung pada Juli. Khusus Piala AFF, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar karena belum pernah merasakan gelar juara sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996.

Mantan striker Timnas Indonesia, Budi Sudarsono, turut memberikan pandangannya terkait penunjukan John Herdman sebagai pengganti Patrick Kluivert yang dilepas PSSI pada Oktober 2025 lalu.

Jangan Abaikan Turnamen Antara

Budi Sudarsono menegaskan bahwa target tampil di Piala Dunia 2030 harus dibarengi dengan performa meyakinkan di ajang-ajang lain yang berada di level bawahnya.

“Memilih pelatih itu tidak gampang, ibarat mencari jodoh. Setelah dipilih, target Piala Dunia memang boleh jadi tujuan besar, tapi jangan lupa masih ada banyak turnamen lain yang harus dimenangkan,” ujar Budi Sudarsono melalui kanal YouTube Nusantara TV.

Ia menambahkan, mental juara tidak bisa dibangun hanya dengan mimpi besar tanpa hasil konkret di kompetisi regional maupun internasional lain.

“Kalau tujuannya hanya Piala Dunia, tapi turnamen di bawahnya tidak bisa diambil, itu sama saja bohong. Kita harus punya mental juara dari sekarang,” tegas mantan penyerang Persija Jakarta dan Persik Kediri tersebut.

Bangun Kepercayaan Diri dari Bawah

Menurut Budi, tampil di Piala Dunia bukan perkara mudah mengingat level persaingan yang sangat tinggi. Karena itu, Timnas Indonesia perlu menumbuhkan rasa percaya diri melalui prestasi di berbagai turnamen.

“Piala Dunia itu level tertinggi. Jadi, harus dibiasakan dari bawah, dari turnamen-turnamen yang ada,” katanya.

Terkait karakter John Herdman yang dikenal tegas dan memiliki mental pemenang, Budi menilai hal tersebut bisa menjadi nilai positif. Namun, proses adaptasi tetap membutuhkan waktu.

“Kalau karakternya seperti itu cocok, tapi tidak bisa instan. Semua perlu proses, tidak bisa langsung jadi,” ujarnya.

Proses Harus Bertahap

Lebih lanjut, Budi Sudarsono menilai bahwa Timnas Indonesia memiliki karakter permainan yang berbeda dibandingkan tim yang pernah ditangani Herdman sebelumnya, seperti Kanada.

“Kanada itu gaya mainnya seperti tim-tim Eropa, postur besar dan permainan rapi. Indonesia beda, lebih mirip Brasil. Jadi prosesnya tidak bisa cepat,” jelasnya.

Ia juga meragukan target empat tahun menuju Piala Dunia 2030 akan cukup jika tidak dibarengi dengan program jangka panjang yang konsisten.

“Empat tahun itu menurut saya masih kurang. Lihat Jepang, mereka butuh proses sangat panjang. Programnya jelas, berjenjang. Sekarang mereka bisa menandingi tim-tim Eropa, bahkan sempat menang, tapi mereka tidak langsung bilang target juara Piala Dunia,” papar Budi.

Menurutnya, kunci utama kesuksesan adalah konsistensi dan langkah bertahap.

“Semua harus dijalani step by step. Tidak bisa lompat jauh kalau fondasinya belum kuat,” pungkas Budi Sudarsono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *