liganusantara.com –Jakarta – PSIM Yogyakarta menjalani musim perdana di BRI Super League 2025/2026 dengan status sebagai kampiun Pegadaian Liga 2 2024/2025. Meski sempat dipandang sebelah mata, Laskar Mataram justru mampu menunjukkan performa kompetitif sepanjang putaran pertama.
Skuad racikan Jean-Paul van Gastel kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 33 poin. Catatan tersebut diraih dari delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam 17 laga yang telah dijalani.
Performa itu menjadikan PSIM sebagai tim promosi paling konsisten sejauh ini. Mereka unggul jauh dibandingkan sesama pendatang baru, Bhayangkara FC yang berada di peringkat kesembilan dengan 22 poin, serta Persijap Jepara yang masih terpuruk di dasar klasemen.
Target Realistis Sejak Awal Musim

Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, mengaku bersyukur dengan pencapaian timnya hingga pertengahan kompetisi. Menurutnya, posisi PSIM saat ini sudah sejalan dengan target yang dicanangkan sejak awal musim.
Sebagai tim debutan, PSIM memang tidak memasang ambisi berlebihan. Fokus utama manajemen adalah bertahan dengan aman sambil membenahi berbagai aspek nonteknis yang masih perlu penyesuaian.
“Target kami sejak awal adalah bertahan dengan nyaman. Banyak hal di luar lapangan yang juga harus diselesaikan karena kami baru naik kasta,” ujar Razzi.
Meski begitu, ia menegaskan keyakinannya terhadap kualitas skuad yang dimiliki. Menurutnya, seluruh pemain siap bersaing dan memberikan kontribusi, baik sebagai starter maupun pelapis.
Putaran Kedua Diprediksi Lebih Menantang

Memasuki paruh kedua musim, Razzi menilai tantangan yang dihadapi PSIM bakal semakin berat. Persaingan ketat, terutama di antara tim-tim papan bawah dan sesama promosi, membuat hasil pertandingan sulit diprediksi.
“Putaran kedua pasti lebih berat. Tim-tim yang berasal dari Liga 2 saling mengalahkan, jadi semua bisa terjadi,” jelasnya.
Ia mencontohkan hasil imbang 2-2 PSIM saat menghadapi PSBS Biak, laga yang sebelumnya diprediksi banyak pihak akan dimenangkan Laskar Mataram. Fakta lain, PSBS bahkan mampu mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak.
“Ini menunjukkan kompetisi sangat ketat. Tantangan itu pasti ada, tapi kami sudah sepakat untuk menghadapinya bersama,” tegas Razzi.
Bersiap Menjamu Persebaya

Ujian berikutnya menanti PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 BRI Super League. Mereka dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim hanya terpaut dua poin di klasemen. PSIM berada di posisi keenam, sementara Persebaya membuntuti di urutan ketujuh dengan 28 poin.
Meski Persebaya dikenal sebagai lawan tangguh, PSIM memiliki modal positif setelah mampu mencuri kemenangan 1-0 pada pertemuan pertama di kandang Bajul Ijo. Namun, duel kali ini diyakini bakal berjalan berbeda dengan tensi tinggi sejak menit awal.












