BRI SUPER LEGUELiga Indonesia 2025/2026NasionalOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaTOPSKOR

Super League Kembali Bergulir, Libur Paruh Musim Justru Lebih Singkat Dibanding Jeda SEA Games 2025

×

Super League Kembali Bergulir, Libur Paruh Musim Justru Lebih Singkat Dibanding Jeda SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
Super League Kembali Bergulir, Libur Paruh Musim Justru Lebih Singkat Dibanding Jeda SEA Games 2025
Super League Kembali Bergulir, Libur Paruh Musim Justru Lebih Singkat Dibanding Jeda SEA Games 2025

Liganusantara.com, Kompetisi Super League musim 2025/26 resmi melanjutkan perjalanannya, meski situasi jadwal musim ini kembali memunculkan kejanggalan. Salah satunya adalah durasi libur paruh musim yang ternyata lebih singkat dibandingkan jeda kompetisi akibat SEA Games 2025.

Pekan ke-18 yang sekaligus menandai dimulainya putaran kedua akan dibuka pada Jumat (23/1/2026). Dua laga dijadwalkan mengawali pekan tersebut, yakni Persis Solo menghadapi Borneo FC serta duel Persija Jakarta kontra Madura United.

Seluruh peserta Super League kini sudah dapat menurunkan pemain anyar setelah bursa transfer paruh musim atau “musim dingin” dibuka sejak 10 Januari lalu. Kembalinya kompetisi ini menjadi titik awal baru usai jeda selama dua pekan yang juga diwarnai aktivitas transfer pemain.

Namun, meski disebut sebagai libur tengah musim, rehat dua pekan tersebut bukanlah jeda terpanjang yang dirasakan klub-klub Super League sepanjang musim ini. Sebelumnya, kompetisi sempat berhenti lebih lama ketika SEA Games 2025 digelar.

Pada periode tersebut, PSSI menghentikan liga demi memberi kesempatan kepada tim nasional U-23 Indonesia memanggil pemain-pemain terbaiknya. Akibatnya, roda kompetisi harus terhenti hingga tiga pekan.

Menariknya, jeda selama tiga minggu itu bukan satu-satunya yang terjadi di musim 2025/26. Pada akhir September lalu, Super League juga diliburkan karena dua agenda internasional penting pada Oktober, yakni Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 serta putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kepadatan agenda timnas U-23 dan timnas senior membuat PSSI menunda pelaksanaan pekan ke-8 Super League. Dampaknya, kompetisi kembali harus berhenti selama tiga pekan.

Jika ditotal, Super League 2025/26 telah mengalami tiga kali jeda panjang yang bisa disebut sebagai “libur tengah musim”, yakni tiga pekan pada September–Oktober, tiga pekan saat Desember, serta dua pekan pada Januari.

Penjadwalan yang dinilai kurang ideal ini turut menimbulkan efek lanjutan bagi pemain dan pelatih. Mereka justru harus menjalani pertandingan pada periode yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.

Pada momen Natal dan Tahun Baru lalu, operator liga I.League tetap menggelar laga tunda pekan ke-8. Kondisi tersebut memicu reaksi dari gelandang Persib Bandung, Thom Haye.

“Ya, saya harus jujur mengatakan ini benar-benar gila. Pertandingan dijadwalkan pada 27 Desember 2025,” kata Thom Haye.

“Semua orang tahu seperti apa periode tersebut. Jadi ketika kami tetap harus bermain di waktu seperti ini, menurut saya itu benar-benar tidak masuk akal.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *