LigaNusantara.com, Jakarta – Manajemen PSIM Yogyakarta menaruh perhatian besar pada peningkatan konsistensi performa selama jeda paruh musim kompetisi BRI Super League 2025/2026. Hal tersebut disampaikan Manajer PSIM, Razzi Taruna, saat meninjau perjalanan tim pada putaran pertama.
Razzi menjelaskan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan stabilitas permainan masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus dibenahi oleh skuad Laskar Mataram. Menurutnya, performa tim belum sepenuhnya konsisten dari satu laga ke laga lainnya.
Selain aspek permainan, kondisi fisik pemain juga menjadi fokus utama. Razzi menilai padatnya jadwal pertandingan pada bulan-bulan mendatang, khususnya Februari, menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih matang agar pemain tetap tampil optimal.
“Konsistensi menjadi hal penting yang harus kami tingkatkan. Dengan jadwal yang cukup padat ke depan, kami juga memikirkan bagaimana pemain bisa tetap fokus serta menjaga kebugaran dengan baik,” ujar Razzi.
Ia menambahkan bahwa manajemen dan tim pelatih berkomitmen menjaga tren positif yang sudah dibangun. Kesiapan fisik, mental, serta disiplin pemain dinilai menjadi faktor krusial dalam menghadapi putaran kedua kompetisi.
Untuk menjaga ritme permainan, PSIM Yogyakarta dijadwalkan kembali menjalani latihan intensif mulai 15 Januari setelah libur singkat. Persiapan ini dilakukan demi menyongsong laga perdana putaran kedua yang akan digelar pada 25 Januari.
“Libur hanya diberikan dua hari. Mulai 15 Januari tim kembali berlatih agar kondisi pemain tetap terjaga dan bisa tampil konsisten di putaran kedua,” tambah Razzi.
Pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta akan menghadapi Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut rencananya berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu, 25 Januari, dengan jadwal kick-off pukul 15.30 WIB.












