Berita Liga 2Berita Liga 3Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUEKualifikasi Piala Dunia 2026Liga Indonesia 2025/2026NasionalNEWSOlahragaSepakbolaSKOR TERKINITimnas Indonesia

PSIM Yogyakarta Bertahan di Posisi Enam BRI Super League, Manajemen Fokus Finis Akhir Musim

×

PSIM Yogyakarta Bertahan di Posisi Enam BRI Super League, Manajemen Fokus Finis Akhir Musim

Sebarkan artikel ini
PSIM Bercokol di Enam Klasemen BRI Super League,
PSIM Bercokol di Enam Klasemen BRI Super League,

liganusantara.com YogyakartaPSIM Yogyakarta menutup paruh pertama BRI Super League 2025/2026 dengan catatan positif. Laskar Mataram kini menempati peringkat keenam klasemen sementara setelah mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan.

Meski berada di papan atas, manajer PSIM, Razzi Taruna, menegaskan bahwa posisi saat ini belum bisa dijadikan patokan keberhasilan. Menurutnya, tolok ukur sesungguhnya adalah hasil akhir ketika kompetisi benar-benar berakhir.

“Kami tetap berpikir realistis dengan target yang sudah ditetapkan. Hasil sejauh ini tentu patut disyukuri, tapi bagi saya ini belum apa-apa. Yang paling menentukan itu posisi di akhir musim, bukan klasemen sementara,” ujar Razzi.

Ia mencontohkan banyak kasus di mana tim tampil menjanjikan di paruh musim, namun justru merosot pada fase berikutnya. Sebaliknya, ada pula tim yang start biasa saja tetapi finis di papan atas.

“Banyak contoh tim yang paruh musim di lima besar tapi akhirnya turun jauh. Bahkan musim lalu Malut United paruh musim ada di papan bawah, tapi finis tiga besar. Saya tentu lebih memilih skenario seperti itu,” lanjutnya.

Minta Dukungan Tetap Mengalir

Sepanjang putaran pertama, PSIM membukukan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. Razzi pun berharap dukungan dari suporter dan seluruh elemen klub tetap terjaga agar konsistensi tim bisa dipertahankan hingga akhir musim.

“Alhamdulillah dengan posisi sekarang, kami sangat berharap dukungan dari semua pihak terus ada. Manajemen dan tim pelatih akan bekerja sekuat tenaga supaya performa tetap stabil,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa PSIM terbuka terhadap masukan dan kritik. Menurutnya, kritik yang membangun justru dibutuhkan agar klub bisa berkembang.

“Kami bukan tim yang anti kritik. Selama ini kami selalu terbuka, apalagi kalau itu memang untuk kebaikan PSIM. Target klub juga selalu kami komunikasikan dengan pelatih,” ucap Razzi.

Waspadai Tekanan Putaran Kedua

Lebih jauh, Razzi menyinggung potensi tekanan yang muncul seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap PSIM. Ia menilai posisi enam besar bisa menjadi pedang bermata dua bagi tim promosi seperti Laskar Mataram.

“Misalnya sekarang PSIM di peringkat enam, lalu ke depan kalah dua kali beruntun. Reaksinya pasti besar, langsung muncul pertanyaan macam-macam,” ujarnya.

Padahal, menurut Razzi, jika dilihat dari konteks sebagai tim promosi, dua kekalahan beruntun sejatinya masih tergolong wajar.

“Tapi karena orang sudah melihat PSIM sebagai tim papan atas, ekspektasinya jadi berbeda. Di satu sisi ini tantangan, tapi di sisi lain juga menunjukkan bahwa harapan suporter terhadap PSIM kini semakin tinggi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *