Liganusantara.com, Jakarta – Sejarah besar siap tercipta di Indonesia Arena, Jakarta. Malam ini, Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB, Timnas Futsal Indonesia akan menantang sang “Raja Terakhir”, Iran, dalam partai puncak Final Piala Asia Futsal 2026.
Ini adalah kali pertama bagi Skuad Garuda menembus partai final di kompetisi kasta tertinggi Asia. Meski berstatus debutan di final, semangat juang anak asuh Hector Souto sedang berada di titik tertinggi untuk merebut gelar juara di rumah sendiri.
Menghadapi Tembok Raksasa bernama Iran
Lawan yang dihadapi Indonesia bukanlah tim biasa. Iran adalah pemegang rekor absolut dengan koleksi 13 gelar juara dari 17 edisi Piala Asia Futsal. Statistik mentereng ini menempatkan Team Melli sebagai favorit utama. Namun, bermain di hadapan publik sendiri, Indonesia siap memberikan kejutan yang tidak terduga.
Hector Souto: Tekanan Justru Ada di Pihak Iran

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menanggapi status underdog timnya dengan sangat tenang. Menurutnya, status Iran sebagai juara bertahan dan pemilik tradisi juara justru menjadi beban tersendiri bagi lawan.
“Bagi kami, futsal adalah tentang kesenangan, bukan tekanan. Bagaimana mungkin kami tertekan sementara ini adalah final pertama kami? Sebaliknya, Iran yang memiliki kewajiban untuk menang karena tradisi mereka,” tegas Souto dalam konferensi pers jelang laga.
Souto mengakui kualitas individu dan ekosistem futsal Iran sangat kuat, namun ia percaya kolektivitas Garuda mampu meredam dominasi tersebut.
Vahid Shamsaei: Gelar Ke-14 Tetap Jadi Harga Mati

Di sisi lain, pelatih legendaris Iran, Vahid Shamsaei, menegaskan bahwa dominasi masa lalu tidak membuat timnya kehilangan rasa lapar akan gelar. Meskipun lemari trofi Iran sudah penuh, gelar edisi 2026 di Jakarta tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memang memiliki sejarah panjang dan koleksi trofi yang jauh melampaui tim lain. Namun, bagi kami itu adalah masa lalu. Gelar tahun 2026 tetap menjadi target utama kami,” ujar sosok yang pernah meraih 8 gelar Piala Asia saat masih aktif bermain itu.
Dukungan penuh suporter di Indonesia Arena diharapkan menjadi pemain keenam bagi Indonesia untuk memutus rantai kejayaan Iran dan mengukir tinta emas baru dalam sejarah futsal tanah air.










