Liganusantara.com, Jakarta – Mantan kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel, menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan internal klub setelah Ruben Amorim resmi didepak dari kursi pelatih. Ia secara khusus menyoroti peran direktur sepak bola MU, Jason Wilcox, yang dinilai terlalu mengedepankan ego pribadi.
Menurut Schmeichel, sikap tersebut justru berisiko membawa Setan Merah kembali ke fase kemunduran dalam upaya membangun tim yang stabil dan kompetitif.
Ruben Amorim diberhentikan pada awal pekan ini setelah hubungannya dengan manajemen klub memanas. Perbedaan pandangan soal pendekatan taktik menjadi pemicu utama, terutama terkait keputusan Amorim menerapkan skema tiga bek tengah dalam sistem lima pemain bertahan.
Pelatih asal Portugal itu juga dikabarkan merasa tidak nyaman dengan dinamika internal klub. Bahkan sebelum masa tugasnya yang berlangsung sekitar 14 bulan berakhir, Amorim disebut sempat melontarkan kritik langsung kepada Wilcox. Dalam konferensi pers terakhirnya yang emosional, nama Wilcox beberapa kali disebut, disertai keluhan soal statusnya yang hanya disebut sebagai pelatih kepala, bukan manajer penuh.
Momen Pemecatan Dinilai Keliru

Schmeichel menilai keputusan MU melepas Amorim berpotensi berdampak negatif, terlebih klub kini masih berburu pelatih sementara hingga akhir musim. Dua sosok yang santer dikaitkan untuk peran interim adalah Ole Gunnar Solskjær dan Michael Carrick.
Namun, menurut Schmeichel, inti persoalan bukan semata pemecatan Amorim, melainkan waktu pengambilannya yang dianggap tidak tepat.
Ia mengaku terkejut dengan keputusan tersebut dan merasa sulit memahami alasan di balik pemecatan yang dilakukan di tengah musim. Schmeichel menyebut bahwa meskipun ada ketidakpuasan di internal klub, memilih momen tersebut terasa janggal dan membingungkan.
Legenda timnas Denmark itu juga mempertanyakan mengapa keputusan tidak diambil lebih awal jika masalah memang sudah lama terjadi. Ia menilai penundaan justru membuat situasi semakin rumit.
Schmeichel turut menyinggung kemungkinan adanya unsur emosional dalam keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa perasaan pribadi seorang direktur seharusnya tidak menjadi dasar penentuan siapa yang pantas memimpin tim utama Manchester United.
Menurutnya, jika memang Amorim dianggap sulit diajak bekerja sama, manajemen seharusnya tetap mempertimbangkan waktu dan dampak keputusan terhadap kestabilan klub.
Sikap Resmi Klub dan Kondisi Terbaru Tim
Di sisi lain, pihak Manchester United menyampaikan bahwa keputusan memutus kerja sama dengan Amorim diambil demi menjaga peluang klub meraih hasil terbaik di Premier League musim ini.
Manajemen menilai perubahan diperlukan agar tim memiliki kesempatan maksimal untuk finis di posisi setinggi mungkin, mengingat MU saat ini berada di peringkat keenam klasemen.
Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amorim selama menangani tim serta mendoakan kesuksesan sang pelatih di masa mendatang.
Untuk sementara waktu, peran pelatih di lapangan diemban oleh Darren Fletcher. Mantan gelandang MU itu memimpin tim dalam laga yang berakhir imbang 2-2 melawan Burnley, tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Fletcher dijadwalkan kembali mendampingi skuad Setan Merah pada pertandingan Piala FA menghadapi Brighton di Old Trafford akhir pekan ini.












