liganusantara.com – ,Jakarta Pertandingan Persik melawan PSIM pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 diprediksi berlangsung panas. Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2/2026).
Persik terpaksa meninggalkan markasnya di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, karena Polres setempat menolak memberikan izin dengan alasan keamanan dan potensi bentrokan antar-suporter. Meski begitu, pergantian venue diperkirakan tidak akan mengurangi intensitas persaingan kedua tim.
Macan Putih datang dengan modal positif setelah menekuk Bali United 3-2 dan Dewa United 2-1, sehingga Ezra Walian dan kawan-kawan bertekad melanjutkan tren kemenangan mereka saat menghadapi PSIM. Sebaliknya, Laskar Mataram tengah dalam periode menurun. Tiga pertandingan terakhir, PSIM kalah dua kali, dari Persebaya 0-3 dan Borneo FC 1-2, serta hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persis pada duel Derby Mataram di kandang sendiri.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi di klasemen. Kemenangan bisa membawa Persik naik tiga peringkat, sementara PSIM berusaha kembali ke jalur persaingan papan atas.
Pertarungan Kiper: Asing vs Lokal

Di Persik, Leo Navacchio tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, namun performanya menurun musim ini. Dalam 16 laga, ia kebobolan 29 gol tanpa satu clean sheet pun, turun signifikan dibanding musim sebelumnya di mana ia mencatat 10 clean sheet dari 28 penampilan dan kemasukan 35 gol.
Sementara itu, PSIM memiliki Cahya Supriadi, kiper muda Timnas Indonesia U-23, yang tampil lebih konsisten. Dari 18 laga, Cahya kebobolan 21 gol dan mampu mencatat tujuh clean sheet. Bentrok antara penjaga gawang asing versus lokal ini akan menjadi sorotan utama dalam menjaga gawang masing-masing tim.
Pertahanan Kuat Kedua Tim

Persik memperkuat lini belakang pada putaran kedua, setelah melepas dua bek asing, Lucas Gama dan Khurshidbek Mukhtarov, dan mendatangkan Chechu Meneses serta bersaudara Hehanusa, Rezaldi dan Hamra. Hamra Hehanusa yang kembali dengan status pinjaman dari Persib langsung beradaptasi dengan pasangan lamanya, Kiko Carneiro. M. Firly juga tampil konsisten menjaga lini belakang.
PSIM juga punya bek tangguh. Yusaku Yamadera memasuki tahun kedua di klub, ditemani Franco Mingo dari Argentina dan Jop van der Avert dari Belanda. Sementara itu, Raka Cahyana di sektor kanan dan duet Reva Adi serta eks Persik, Dede Sapari, di kiri, membuat pertahanan Laskar Mataram sulit ditembus.
Pertarungan Lini Tengah

Lini tengah diprediksi jadi arena pertarungan sengit. Gelandang bertahan Persik, Imanol Garcia, harus bekerja ekstra menghadapi kreativitas Ze Valente dari PSIM. Sebaliknya, Donny Warmerdam menjadi penghalang bagi agresivitas Jon Toral dan Adrian Luna.
Duel mental kapten juga menarik untuk disaksikan. Ezra Walian memimpin Persik, sementara Ze Valente, mantan kapten Persik, berusaha mempertahankan reputasinya. Kedua pemain dikenal mematikan dalam eksekusi bola mati, dan duel mereka akan menjadi salah satu fokus utama laga.
Sayap Cepat dan Ancaman Gol
PSIM mengandalkan sayap cepat Ezequiel Vidal, namun Ernesto Gomez dari Persik yang sudah mencetak gol debutnya bisa menjadi ancaman serius. Ezra Walian juga kerap bergerak di sisi kiri, menambah daya serang Macan Putih.
Di lini depan, Jose Enrique yang belum lama ini mencetak gol ke gawang Dewa United ingin menambah koleksi golnya menjadi delapan. Striker PSIM, Nermin Haljeta, yang baru mengumpulkan empat gol dan empat assist, akan sulit menandingi produktivitas Enrique.










