Liganusantara.com, Jakarta – Persik Kediri harus mengakui keunggulan PSM Makassar setelah kalah 1-3 dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Hasil ini menyoroti masalah konsistensi permainan yang masih menghantui tim Macan Putih.
Pelatih Persik, Marcos Reina, secara terbuka mengakui bahwa performa timnya, khususnya di babak pertama, belum sesuai harapan dan menjadi faktor utama kekalahan.
Babak Pertama Jadi Titik Lemah
PSM mampu memanfaatkan kelengahan Persik sejak paruh pertama. Tiga gol tuan rumah lahir melalui penalti Yuran Fernandes, dilanjutkan gol Sheriddin Boboev, serta ditutup oleh Luka Cumic.
Menurut Marcos Reina, timnya kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal laga. Minimnya kreativitas dan peluang membuat Persik gagal memberikan tekanan berarti kepada tuan rumah.
Perbaikan di Babak Kedua Belum Cukup
Memasuki babak kedua, Persik mencoba bangkit dengan perubahan strategi. Permainan mulai lebih hidup dan beberapa peluang berhasil diciptakan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol penalti Ernesto Gomez di menit akhir pertandingan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah keadaan karena PSM sudah lebih dulu unggul jauh.
Serangan Balik PSM Jadi Pembeda
Reina menilai bahwa salah satu faktor penentu dalam pertandingan ini adalah efektivitas serangan balik PSM. Saat Persik mencoba mengejar ketertinggalan, justru celah di lini belakang mereka dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat juang para pemain yang tidak menyerah hingga akhir pertandingan.
Fokus Bangkit di Sisa Musim
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persik Kediri untuk memperbaiki performa di laga-laga berikutnya. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, konsistensi menjadi kunci utama untuk meraih hasil positif.
Marcos Reina menegaskan bahwa timnya akan segera berbenah dan berusaha tampil lebih baik demi mendapatkan poin maksimal di sisa kompetisi musim ini.












