liganusantara.com – Persija Jakarta dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk tiga pertandingan kandang mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Ferry T. Indrasjarief. Penyebabnya adalah adanya perawatan dan peningkatan kualitas rumput stadion yang akan dipersiapkan untuk kepentingan Timnas Indonesia.
Dalam lima pertandingan kandang sebelumnya, Macan Kemayoran selalu bermain di SUGBK. Lima laga itu mempertemukan Persija dengan PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, Persijap Jepara, Madura United, serta Arema FC.
Namun setelah rangkaian laga tersebut, Persija harus angkat kaki sementara dari stadion kebanggaan tersebut. Ferry menjelaskan bahwa laga melawan PSM Makassar yang dijadwalkan pada Jumat, 20 Februari 2026, tidak bisa digelar di SUGBK. Bukan hanya pertandingan kontra PSM, dua laga berikutnya menghadapi Borneo FC (3 Maret 2026) dan Dewa United (15 Maret 2026) juga tidak memungkinkan dimainkan di sana.
Perawatan rumput dilakukan karena pengelola GBK ingin memastikan kondisi lapangan berada dalam kualitas terbaik sebelum digunakan Timnas Indonesia. Seperti diketahui, SUGBK akan menjadi venue ajang FIFA Series 2026 yang berlangsung pada 23–31 Maret 2026.
Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi bahwa mulai 20 Februari stadion sudah tidak dapat digunakan karena proses perbaikan. Ia menyebutkan bahwa kualitas rumput sebenarnya sudah baik, namun akan ditingkatkan lagi demi kebutuhan tim nasional.
Dengan tidak tersedianya SUGBK, manajemen Persija kini mencari alternatif stadion untuk tiga pertandingan tersebut. Sejak awal musim Super League 2025/2026, Persija sebenarnya telah mengajukan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas utama. Namun pada September 2025, JIS digunakan untuk konser grup K-Pop NCT sehingga kondisi lapangan membutuhkan pemulihan.
Karena kondisi rumput JIS saat itu belum siap, Persija memilih SUGBK sebagai kandang sementara. Kini, setelah harus meninggalkan GBK, opsi kembali ke JIS pun terbuka lebar.
Ferry menyatakan bahwa pihaknya berencana meninjau langsung kondisi lapangan JIS sebelum memastikan lokasi laga melawan PSM. Bahkan sejumlah pemain akan diajak untuk melihat langsung kualitas rumput. Langkah ini diambil mengingat sebelumnya ada keluhan dari pemain terkait kondisi lapangan JIS.
Meski begitu, Persija juga menyiapkan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi sebagai alternatif jika JIS belum memenuhi standar pertandingan.
Manajemen berharap JIS sudah mengalami perbaikan signifikan mengingat sudah cukup lama stadion tersebut tidak digunakan sebagai kandang Persija.
Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menyebut peluang laga kontra PSM digelar di JIS cukup terbuka. Ia mengungkapkan bahwa peninjauan bersama telah dilakukan dan terdapat perkembangan positif. Namun keputusan final tetap menunggu konfirmasi resmi dari Panpel Persija.
Menurutnya, pihak pengelola JIS optimistis stadion tersebut siap digunakan pada 20 Februari 2026.
Berikut jadwal tiga laga kandang Persija yang terdampak pemindahan venue:
- Persija vs PSM Makassar – Jumat, 20 Februari 2026
- Persija vs Borneo FC – 3 Maret 2026
- Persija vs Dewa United – 15 Maret 2026 (sesuai pembaruan jadwal terbaru dari I.League)
Kini, kepastian stadion untuk tiga pertandingan tersebut masih menunggu hasil peninjauan dan keputusan resmi manajemen.












