liganusantara.com – ,Jakarta Persija Jakarta akan menjamu Borneo FC Samarinda pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa (3/3/2026) malam WIB ini menjadi laga penting karena kedua tim bersaing ketat di papan atas klasemen.
Saat ini, Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan 50 poin, sedangkan Borneo FC Samarinda berada tepat di bawahnya dengan 49 poin. Keuntungan sedikit ada di pihak Borneo FC karena mereka masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dibandingkan Persija.
Berikut ulasan tentang keunggulan dan kelemahan Persija menjelang pertandingan melawan Pesut Etam malam nanti:
Kemampuan Menyerang yang Variatif

Persija Jakarta tampil impresif di BRI Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-23, mereka telah mengoleksi 42 gol, hanya kalah dari Malut United yang mencetak 46 gol.
Opsi gol Persija tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain. Allano dan Maxwell tetap menjadi andalan, namun Gustavo Almeida mulai menunjukkan ketajamannya kembali. Rekrutan baru Alaeddine Ajaraie juga langsung memberi kontribusi, ditambah Eksel Runtukahu yang bisa menjadi ancaman saat diberi kesempatan bermain.
Lini Tengah yang Semakin Solid

Persija Jakarta mulai menemukan keseimbangan di lini tengah, meskipun sempat terganggu oleh cedera Hanif Sjahbandi dan Van Basty Sousa. Fabio Calonego tetap menjadi pemain kunci, dibantu Jordi Amat dan Aditya Warman yang tampil impresif.
Jordi Amat, yang berusia 33 tahun, kini tampil lebih menyerang dari posisi gelandang bertahan dan bahkan berperan dalam beberapa gol Persija. Kehadiran ketiganya membuat lini tengah Macan Kemayoran lebih stabil.
Tantangan dalam Transisi Pertahanan

Meski lini tengah semakin rapi, lini belakang Persija masih perlu perhatian khusus. Tim ini kerap kesulitan menghadapi serangan balik lawan, seperti terlihat saat melawan Arema FC di Gelora Bung Karno pada 8 Februari.
Selain itu, Persija belum menemukan kestabilan pada posisi kiper utama. Andritany Ardhiyasa dan Carlos Eduardo masih bergantian mengisi peran tersebut, dengan performa yang belum sepenuhnya konsisten.








