Liganusantara.com, Keberhasilan Bojan Hodak mengantarkan Persib Bandung tampil superior di kompetisi Liga Indonesia menarik perhatian jurnalis Australia, Paul Williams. Melalui tulisannya di situs The Asian Game, Williams mengulas perjalanan dan pengaruh besar pelatih asal Kroasia tersebut di kawasan Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Williams menilai Hodak sebagai sosok yang telah membangun reputasi kuat dan layak disebut legenda, khususnya di liga-liga Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia. Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, sentuhan tangan dinginnya disebut telah meninggalkan warisan penting di dunia kepelatihan regional.
Tulisan tersebut mengangkat judul yang menegaskan kualitas Hodak sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah disaksikan Williams, sekaligus menggambarkan bagaimana ia membentuk identitas dan kesuksesan tim-tim yang diasuhnya di Asia Tenggara.
Menariknya, Williams menggambarkan Hodak sebagai figur yang terkesan dingin, namun justru selalu membawa kebahagiaan bagi para pendukung klub. Ia menyebut hampir tidak ada pihak—khususnya di Indonesia dan Malaysia—yang memiliki pandangan negatif terhadap pelatih berusia 54 tahun itu, mengingat prestasi dan konsistensinya.
Menurut Williams, Hodak kerap menghadirkan hasil positif di mana pun ia bekerja, baik saat menangani klub di Indonesia, Malaysia, maupun Kamboja. Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah keberhasilannya bersama Persib Bandung.
Sebelum kedatangan Hodak, Persib dikenal sebagai klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia, namun kerap gagal memenuhi ambisi meraih gelar juara. Dalam kurun waktu hampir 30 tahun, Maung Bandung hanya mampu mengoleksi dua trofi liga, situasi yang membuat para bobotoh sangat haus akan prestasi.
Williams menyoroti besarnya tekanan yang selama ini menghantui para pelatih Persib. Banyak nama datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi tak sedikit yang akhirnya tumbang di bawah beban tuntutan suporter.
Kondisi tersebut berubah drastis setelah Hodak mengambil alih tim. Di bawah kepemimpinannya, Persib menjelma menjadi tim yang konsisten memburu kemenangan. Dalam dua musim terakhir, Persib hanya menelan tujuh kekalahan dari total 72 pertandingan—sebuah catatan impresif yang mengantar mereka meraih gelar juara secara beruntun.
Capaian itu membuat Hodak disebut telah mencatatkan namanya dalam sejarah Persib Bandung dan Liga Indonesia. Williams bahkan menilai, jika mampu meraih gelar ketiga berturut-turut, posisi Hodak akan semakin istimewa dalam sejarah sepak bola nasional.
Tak berhenti di level domestik, Hodak kini mengincar prestasi di kancah Asia. Setelah memastikan Persib lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two musim ini, ambisi membawa Maung Bandung berjaya di level kontinental pun terbuka lebar.
Dalam laporannya, Williams juga memuat kesaksian mantan anak asuh Hodak, salah satunya Giancarlo Galifuoco yang pernah bermain untuk Kuala Lumpur FC pada periode 2021–2023. Galifuoco menyebut Hodak sebagai pelatih yang sangat ia kagumi.
Menurut pemain asal Australia tersebut, keunggulan Hodak terletak pada kemampuannya menyampaikan instruksi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Pendekatan itu, kata Galifuoco, membantu pemain memahami identitas tim dengan jelas.
Selain aspek taktik, Galifuoco menilai Hodak memiliki kemampuan luar biasa dalam mengelola ruang ganti. Ia mampu menjaga keseimbangan antara menjadi pemimpin, mentor, sekaligus sosok yang dekat dengan pemain.
Galifuoco pun mengungkapkan rasa hormatnya yang besar kepada Hodak dan berharap suatu saat bisa kembali bekerja di bawah arahannya. Ia mengakui bahwa peran Hodak sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya di Asia Tenggara dan menyebut sang pelatih sebagai figur yang luar biasa.












