BRI SUPER LEGUEKLASEMENNEWSTRENDING

Persib Bandung: Tantangan yang Menemani Laju Tim di Paruh Musim BRI Super League

×

Persib Bandung: Tantangan yang Menemani Laju Tim di Paruh Musim BRI Super League

Sebarkan artikel ini
Persib Bandung: Tantangan yang Menemani Laju Tim di Paruh Musim BRI Super League
Persib Bandung: Tantangan yang Menemani Laju Tim di Paruh Musim BRI Super League

Liganusantara.com, Jakarta – Persib Bandung menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan status juara paruh musim, mengumpulkan 38 poin dari 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Pencapaian ini menegaskan konsistensi Maung Bandung di awal musim, meski pelatih Bojan Hodak menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

Keunggulan tipis satu poin atas Borneo FC menegaskan performa Persib yang stabil. Namun, Hodak menekankan bahwa posisi puncak klasemen bukan berarti timnya sudah tampil maksimal. Masih ada beberapa “ganjalan” yang mengiringi perjalanan tim hingga putaran pertama berakhir.

Penalti Terbuang, Poin yang Hilang

Salah satu masalah utama menurut Hodak adalah eksekusi penalti yang kurang maksimal. Kesempatan emas dari titik putih gagal dimanfaatkan di beberapa pertandingan penting, yang berdampak pada hilangnya poin.

Persib sempat gagal memaksimalkan peluang saat imbang melawan PSIM, dan kehilangan angka kala menelan kekalahan dari Persita. Menurut Hodak, hal ini menjadi salah satu penyesalan terbesar sepanjang paruh musim.

“Meski berada di puncak klasemen, saya tetap merasa masih ada ruang untuk berkembang,” ujar Hodak, dikutip dari ileague.id. “Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti—total ada lima eksekusi yang tidak berbuah gol,” tambah pelatih asal Kroasia itu.

Kebobolan di Menit Akhir dan Konsistensi

Selain penalti, masalah lain yang mencuat adalah kebobolan di menit-menit akhir pertandingan. Kejadian ini sempat memengaruhi perolehan poin Persib, meski di sisi lain tim juga meraih kemenangan di menit akhir pada beberapa laga.

“Beberapa pertandingan, kebobolan di menit akhir membuat kami kehilangan poin, tetapi ada juga pertandingan yang kami menangkan pada menit-menit terakhir,” jelas Hodak.

Meski secara statistik Persib tetap menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di liga, Hodak menekankan pentingnya menjaga fokus hingga peluit akhir. Ia menilai situasi ini masih bisa diperbaiki melalui penyesuaian taktik dan manajemen permainan.

Modal Positif Menjelang Putaran Kedua

Kemenangan atas Persija Jakarta di laga penutup putaran pertama menjadi dorongan moral penting bagi tim. Namun, tantangan Persib tidak berhenti di level domestik. Tim ini juga akan melanjutkan kiprah di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026.

“Sejauh ini, kami tampil baik dan berada di posisi teratas liga serta fase grup ACL 2. Ini pertanda positif, tetapi masih banyak yang bisa diperbaiki,” ujar Hodak.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap realistis sang pelatih. Target Persib bukan sekadar mempertahankan posisi puncak, tetapi terus berkembang menjadi tim yang lebih solid dan konsisten di putaran kedua musim BRI Super League.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *