Liganusantara.com, TANGERANG – Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Timnas China U-17 setelah kalah telak 0-7 dalam laga uji coba yang berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (8/2/2026) malam WIB.
Pelatih Garuda Asia, Nova Arianto, mengakui performa timnya jauh dari ekspektasi dan menilai hasil ini menjadi pelajaran penting bagi para pemain muda Indonesia.
1. Garuda Asia Kesulitan Sejak Menit Awal
Sejak peluit awal dibunyikan, Timnas Indonesia U-17 terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan China U-17. Tim tamu tampil agresif dan mampu mencetak empat gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, tekanan terus diberikan dan China U-17 kembali menambah tiga gol, sehingga skor akhir menjadi 0-7.
Nova Arianto mengungkapkan bahwa hasil ini tidak sesuai dengan target yang telah disiapkan sebelum pertandingan.
“Secara ekspektasi memang jauh dari yang kami harapkan. Dari persiapan hingga jalannya pertandingan, hasil ini jelas tidak sesuai rencana,” ujar Nova dalam konferensi pers setelah laga.
Meski kalah besar, ia tetap mengapresiasi usaha para pemain dan menilai pertandingan ini sebagai bahan evaluasi penting.
“Pemain sudah berjuang maksimal. Dari laga seperti ini, mereka harus belajar apa yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
2. Minim Pengalaman di Level Internasional
Nova Arianto juga menyoroti faktor pengalaman sebagai salah satu penyebab kekalahan besar. Saat ini, mayoritas pemain Timnas Indonesia U-17 berasal dari skuad Garuda United U-18 yang berlaga di Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Dari seluruh skuad, hanya satu pemain yang memiliki pengalaman Piala Dunia U-17 2025, yakni Mierza Firjatullah.
“Di level EPA, kesalahan kecil masih bisa tertutupi. Tapi melawan tim seperti China, sedikit kesalahan saja bisa langsung berakibat fatal,” jelas Nova.
Perbedaan kualitas dan intensitas permainan menjadi tantangan serius bagi Garuda Muda yang sedang bersiap menghadapi Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi pada April–Mei mendatang.
3. Butuh Jam Terbang Tambahan
Nova Arianto menegaskan bahwa Timnas Indonesia U-17 masih membutuhkan banyak pertandingan uji coba untuk meningkatkan kesiapan tim. Ia sudah menyampaikan kepada PSSI agar jadwal laga persahabatan ditambah sebelum turnamen dimulai.
“Kita masih punya waktu satu sampai dua bulan. Itu harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas tim,” tutupnya.












