Liganusantara.com, Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina, membagikan pandangannya mengenai atmosfer dan kualitas sepak bola Indonesia sejak dirinya resmi menangani tim pada 4 Desember 2025. Penunjukan tersebut menjadi pengalaman perdana bagi juru taktik asal Spanyol itu berkarier di kompetisi Tanah Air.
Sejauh ini, Marcos Reina sudah memimpin Persik dalam sembilan pertandingan Super League musim 2025–2026. Dari rangkaian laga tersebut, tim berjuluk Macan Putih mencatatkan tiga kemenangan, dua hasil imbang, serta empat kekalahan. Pada pekan ke-23, Persik dijadwalkan menghadapi Persis Solo dalam lanjutan kompetisi.
Menjelang pertandingan tersebut, Reina menilai bahwa sepak bola Indonesia menunjukkan perkembangan positif dari musim ke musim. Ia menyoroti kebijakan Super League 2025–2026 yang memperbolehkan setiap klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing—bertambah tiga pemain dibandingkan musim sebelumnya.
Menurutnya, kehadiran lebih banyak pemain asing memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kompetisi. Selain memperkuat level persaingan antartim, para pemain impor juga dinilai mampu memacu perkembangan talenta lokal agar tampil lebih baik dan profesional.
Reina juga menekankan bahwa Super League musim ini berjalan sangat kompetitif. Ia melihat tidak ada pertandingan yang mudah karena setiap tim memiliki kekuatan yang relatif seimbang, sehingga hasil akhir kerap sulit diprediksi.
Tak hanya pemain, keberagaman pelatih asing yang datang dari berbagai negara seperti Brasil dan Portugal turut memberi warna tersendiri bagi kompetisi. Mereka membawa pendekatan, filosofi, dan budaya sepak bola masing-masing. Meski demikian, Reina juga mengapresiasi kontribusi pelatih lokal yang tetap mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya.
Secara keseluruhan, ia mengaku menikmati atmosfer kompetisi di Indonesia yang dinilainya penuh tantangan dan memiliki dinamika tinggi.












