liganusantara.com,Jakarta – Cremonese harus pulang tanpa poin usai takluk di kandang Sassuolo pada lanjutan pekan ke-22 Serie A 2025/2026. Bertanding di MAPEI Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB, tim berjuluk I Grigiorossi itu kalah tipis dengan skor 0-1.
Gol semata wayang Sassuolo tercipta sangat cepat. Baru memasuki menit ketiga, gawang Cremonese yang dikawal Emil Audero sudah kebobolan. Tembakan keras Armand Laurienté dari luar kotak penalti sebenarnya sempat disentuh Audero, namun bola liar justru mengarah ke Alieu Fadera yang dengan tenang menuntaskannya menjadi gol.
Setelah tertinggal, Cremonese mencoba bangkit dan menekan sepanjang pertandingan. Sayangnya, berbagai upaya yang dibangun tak mampu mengubah keadaan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Cremonese yang belum meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir. Saat ini, mereka tertahan di posisi ke-14 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 23 poin.
Kesalahan Teknis Dianggap Wajar

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memilih bersikap realistis menanggapi hasil minor tersebut. Ia menilai seluruh pemain telah menunjukkan kerja keras, termasuk Emil Audero yang melakukan kesalahan pada gol cepat Sassuolo.
Nicola menyebut blunder yang terjadi sebagai bagian dari kesalahan teknis yang masih bisa diperbaiki, terlebih timnya sedang menghadapi situasi sulit akibat absennya sejumlah pemain kunci.
“Saya bisa menerima kesalahan teknis. Kami sedang berada dalam fase tertentu dengan intensitas pertandingan yang berat karena beberapa pemain absen. Situasi seperti ini bisa dialami tim mana pun, dan kami berusaha memperbaiki mentalitas kami,” ujar Nicola dalam sesi konferensi pers.
Ia juga menegaskan bahwa semangat juang para pemain tetap terlihat meski hasil belum berpihak. Menurutnya, Cremonese masih menunjukkan tanda-tanda kembali kompetitif.
Skema Tak Berjalan Maksimal

Dalam laga ini, Davide Nicola menerapkan formasi 3-5-2 dengan mengandalkan Emil Audero di bawah mistar, serta menurunkan Baschirotto, Vandeputte, dan Jamie Vardy sejak awal. Namun, strategi tersebut dinilai belum berjalan optimal.
Gol cepat yang bersumber dari serangan balik menjadi titik lemah yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Cremonese.
“Dengan tiga bek, kami harus membayar mahal saat menghadapi serangan balik. Kami kurang efektif dalam mengantisipasinya, itu bagian dari permainan,” jelas Nicola.
Ia juga mengakui keterbatasan opsi pemain membuat konsistensi tim belum maksimal. Meski demikian, sang pelatih menegaskan dirinya tidak kecewa dan meminta tim tetap fokus menatap laga-laga berikutnya.
“Kami sedang berada dalam periode sulit, tetapi kami harus terus melangkah maju dengan dedikasi penuh untuk mencapai target musim ini,” pungkasnya.












