Liganusantara.com, Jakarta – Langkah PSBS Biak untuk menjauh dari zona merah kian terjal. Dalam lanjutan pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026, tim berjuluk Badai Pasifik ini harus mengakui ketangguhan Semen Padang dengan skor akhir 0-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026) malam.
Dua gol kemenangan tim tamu diborong oleh penyerang asal Spanyol, Guillermo Fernandez Hierro, masing-masing pada menit ke-70 dan masa injury time (90+4′). Hasil ini membuat PSBS tertahan di posisi ke-17 klasemen dengan raihan 18 poin, sementara Semen Padang sukses mengamankan tiga poin krusial.
Analisis Marian Mihail: Ambisi Lawan Lebih Kuat

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyebut pertandingan sebenarnya berjalan cukup seimbang. Namun, juru taktik asal Rumania itu mengakui bahwa efektivitas dan mentalitas tim lawan menjadi kunci pembeda pada laga kali ini.
“Kami bermain solid di babak pertama dengan organisasi pertahanan yang rapi dan beberapa peluang emas. Namun, sepak bola dimainkan selama 90 menit penuh. Kami lengah di menit-menit akhir lewat situasi sepak pojok,” ujar Mihail dalam sesi konferensi pers usai laga.
Ia juga menambahkan bahwa ambisi untuk menang lebih terlihat dari punggawa Kabau Sirah. “Harus diakui, mereka memiliki mentalitas dan ambisi yang lebih baik malam ini, dan akhirnya mereka yang keluar sebagai pemenang,” lanjutnya.
Rotasi dan Kepercayaan pada Pemain Muda

Menghadapi jadwal yang padat, Mihail melakukan sejumlah rotasi guna menyiasati kelelahan pemain inti. Keputusan ini menjadi panggung bagi para pemain muda dan talenta lokal untuk unjuk gigi.
Mihail secara khusus memuji performa Arjuna Agung yang tampil disiplin meski diplot bukan pada posisi aslinya, serta Raja Imam yang tampil enerjik. “Saya senang dengan progres para pemain muda kami. Meski kalah, pengalaman ini penting agar mereka lebih siap bersaing di level tertinggi pada laga-laga berikutnya,” tutur eks pelatih PSS Sleman tersebut.
Pantang Menyerah di Sisa Musim
Senada dengan pelatih, penyerang sayap PSBS, Heri Susanto, menyadari bahwa jalan di depan akan semakin berat bagi timnya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa api semangat Badai Pasifik belum padam.
“Hasil ini mengecewakan, tapi perjuangan kami belum berakhir. Masih ada sisa pertandingan dan jeda waktu untuk berbenah. Siapa yang lebih siap, dialah yang menang. Selamat untuk Semen Padang, dan kami akan berusaha bangkit di laga selanjutnya,” pungkas Heri.







