liganusantara.com – ,Jakarta – Timnas Indonesia bersiap menyambut peran sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret mendatang, bertepatan dengan agenda FIFA Matchday. Turnamen ini menjadi ajang uji kekuatan sekaligus pembuktian bagi skuad Garuda di level internasional.
Dalam fase grup FIFA Series 2026, Timnas Indonesia tergabung bersama Bulgaria dari zona UEFA, Kepulauan Solomon yang mewakili Oseania, serta Saint Kitts and Nevis dari konfederasi CONCACAF. Komposisi ini menghadirkan warna persaingan yang menarik, mengingat masing-masing tim memiliki latar belakang dan karakter sepak bola berbeda.
Bulgaria dikenal sebagai negara dengan sejarah kuat di Eropa, sementara Indonesia punya perjalanan panjang di kancah Asia. Di sisi lain, Kepulauan Solomon dan Saint Kitts and Nevis tetap patut diwaspadai karena kerap memberi kejutan di wilayah konfederasi masing-masing.
Salah satu topik menarik jelang turnamen ini adalah perbandingan sejarah dan kekuatan antara Timnas Indonesia dan Kepulauan Solomon.
Jejak Panjang Sepak Bola Indonesia

Timnas Indonesia termasuk negara dengan tradisi sepak bola yang telah terbentuk sejak lama. Bahkan sebelum merdeka, Indonesia—yang saat itu bernama Hindia Belanda—pernah tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis. Pencapaian tersebut menjadikan Hindia Belanda sebagai wakil Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia.
Dalam perjalanan selanjutnya, Indonesia juga mencatatkan sejumlah prestasi penting. Skuad Merah Putih pernah melaju hingga perempat final Olimpiade pada 1958, tampil lima kali di Piala Asia, serta berhasil menembus fase gugur pada edisi 2023. Di level regional, Indonesia dikenal sebagai langganan finalis Piala AFF dengan torehan enam kali runner-up.
Prestasi terbaru yang cukup membanggakan adalah keberhasilan Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kiprah Kepulauan Solomon di Oseania

Sementara itu, Timnas Kepulauan Solomon merupakan anggota konfederasi Oseania dan resmi bergabung dengan FIFA sejak 1988. Dalam peta kekuatan kawasan tersebut, Kepulauan Solomon kerap dianggap sebagai salah satu penantang kuat di bawah Selandia Baru.
Mereka sering bersaing dengan tim-tim besar Oseania dalam ajang kualifikasi Piala Dunia, termasuk Australia di masa lalu. Meski kerap kalah, Kepulauan Solomon pernah mencatatkan hasil mengejutkan, seperti menaklukkan Selandia Baru pada kualifikasi Piala Dunia 2006.
Berdasarkan ranking FIFA terkini, Kepulauan Solomon berada di posisi ke-152. Peringkat tersebut masih berada di bawah Timnas Indonesia yang menempati urutan ke-122, namun sedikit lebih baik dibandingkan Saint Kitts and Nevis yang berada di peringkat 154.
Perbandingan Kekuatan Skuad
Performa Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan signifikan. Sejak ditangani Shin Tae-yong, skuad Garuda mencatatkan berbagai kemajuan, yang kemudian dilanjutkan oleh Patrick Kluivert dengan membawa Indonesia bersaing ketat di jalur kualifikasi Piala Dunia.
Kini, era baru dimulai bersama John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh dan tampil lebih kompetitif di level global.
Kekuatan Indonesia saat ini ditopang oleh kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal. Sejumlah nama yang merumput di Eropa seperti Emil Audero, Kevin Diks, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Dean James, hingga Miliano Jonathans menjadi tulang punggung tim. Sementara dari kompetisi domestik, pemain seperti Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, dan Yakob Sayuri tetap menjadi andalan.
Di sisi lain, informasi mengenai kekuatan terbaru Kepulauan Solomon relatif terbatas. Berdasarkan data Transfermarkt, tim ini dilatih oleh Joshua Smith yang berusia 38 tahun. Mayoritas pemainnya berkiprah di liga domestik, dengan beberapa nama yang bermain di luar negeri seperti William Komasi, Micah Lea’alafa, dan Raphael Lea’i.
Raphael Lea’i menjadi figur sentral di skuad Kepulauan Solomon dengan catatan 11 gol dari 22 penampilan internasional. Sementara itu, pemain paling berpengalaman mereka saat ini adalah penjaga gawang Philip Mango, yang telah mengoleksi 45 caps di usia 30 tahun.












