liganusantara.com – Penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappe, memperlihatkan solidaritasnya terhadap Vinicius Junior setelah sang winger dikabarkan menerima hinaan dari pemain Benfica dalam laga Liga Champions.
Real Madrid meraih hasil positif saat bertandang ke markas Benfica pada leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions musim 2025-2026. Bermain di Estadio da Luz, Selasa (17/2/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, Los Blancos menang tipis 1-0.
Babak pertama berlangsung ketat tanpa gol. Kedua tim saling menekan, tetapi tak ada peluang yang benar-benar mampu mengubah papan skor.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah jeda. Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor lewat aksi individu impresif dari sisi kiri kotak penalti. Ia melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut kanan gawang dan tak mampu dihentikan kiper Benfica.
Namun, pertandingan tidak hanya diwarnai gol semata. Tak lama setelah selebrasi, Vinicius terlibat perselisihan dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Situasi memanas ketika pemain asal Brasil itu menghampiri wasit dan mengadukan dugaan hinaan bernuansa rasial yang diarahkan kepadanya.
Sebagai bentuk protes, Vinicius sempat menuju bangku cadangan. Melihat situasi tersebut, Mbappe langsung bereaksi keras. Kapten tim nasional Prancis itu tampak tersulut emosi dan berusaha menghampiri Prestianni. Keributan nyaris tak terhindarkan sebelum akhirnya rekan-rekan setim menenangkan Mbappe. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, turut turun tangan meredam situasi.
Laga sempat terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Seusai pertandingan, gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni, mengungkapkan bahwa Vinicius mengaku mendapat panggilan bernada rasis. Menurut Tchouameni, rekannya tersebut merasa dipanggil dengan sebutan yang tidak pantas.
Ia juga menambahkan bahwa Vinicius meminta tim tetap fokus melanjutkan pertandingan. Tchouameni menegaskan insiden seperti itu tidak seharusnya terjadi di dunia sepak bola.
Ketegangan belum berakhir hingga penghujung laga. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah. Ia dianggap melakukan protes berlebihan kepada wasit terkait keputusan yang tidak memberikan kartu kuning kepada Vinicius atas sebuah pelanggaran.
Meski diwarnai berbagai insiden panas, kemenangan 1-0 menjadi bekal berharga bagi Real Madrid. Pada leg kedua yang akan digelar 25 Februari mendatang, Madrid hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak berikutnya.












