Liganusantara.com, Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya memberikan penjelasan terkait sorotan yang menyebut dirinya jarang memberi kesempatan kepada para pemain anyar pada paruh kedua Super League 2025/2026. Ia mengaku mulai terusik dengan anggapan tersebut dan merasa perlu meluruskan situasi kepada suporter serta media.
Pada bursa transfer pertengahan musim, Persija merekrut tujuh nama baru, yakni Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Mota, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono. Dari deretan tersebut, Ajaraie dan Fajar tercatat lebih sering mendapatkan menit bermain. Sementara beberapa nama lain, termasuk Jean Mota dan Cyrus Margono, belum juga menjalani debut.
Souza menilai narasi yang berkembang kurang tepat, seolah-olah setiap pemain baru wajib langsung tampil sebagai starter. Menurutnya, kualitas para rekrutan anyar tidak diragukan, tetapi keputusan menurunkan pemain sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan taktik dan kondisi kebugaran.
Ia mencontohkan Jean Mota sebagai sosok berpengalaman yang pernah membela sejumlah klub besar. Namun, ia menegaskan bahwa setiap pemain yang mengenakan seragam Persija memiliki kualitas dan harus membuktikan diri lewat performa, bukan sekadar reputasi.
Menjelang laga pekan ke-22 melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026), Souza juga menanggapi pertanyaan soal kemungkinan Jean Mota atau Mauro Zijlstra turun sejak menit awal. Ia merasa fokus berlebihan pada pemain baru berpotensi mengabaikan kontribusi pemain lama yang sudah lebih dulu berjuang bersama tim.
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa hanya dirinya dan staf pelatih yang memahami kondisi internal skuad secara menyeluruh, termasuk kesiapan fisik para pemain sejak pertama kali tiba. Ia mengingatkan bahwa publik kerap tidak mengetahui kapan terakhir kali pemain anyar berkompetisi atau menjalani latihan penuh sebelum menuntut mereka segera dimainkan.
Souza pun menyoroti kecenderungan kritik yang dinilainya terlalu cepat menghakimi. Ia mencontohkan seorang pemain yang sempat disorot usai tampil kurang maksimal dalam satu pertandingan, namun mampu bangkit dan menunjukkan performa gemilang di laga berikutnya. Baginya, penilaian tidak bisa didasarkan hanya pada satu penampilan.
Ia menegaskan komitmennya untuk menurunkan pemain berdasarkan performa dan kebutuhan tim, bukan nama besar ataupun tekanan eksternal. Souza juga meminta agar semua pihak tetap menghargai pemain yang sudah ada di dalam skuad. Menurutnya, ketika waktunya tepat dan kondisi memungkinkan, para pemain baru tersebut pasti akan mendapatkan kesempatan bermain.












