Berita Liga 2Berita Liga 3Berita viral Sepak bolaBOLATAIMENTLAINYALiga Indonesia 2025/2026NEWSSepakbolaTRENDING

Magis 3 Hari Kas Hartadi: Kisah di Balik Kebangkitan RANS FC Menuju Liga 2

×

Magis 3 Hari Kas Hartadi: Kisah di Balik Kebangkitan RANS FC Menuju Liga 2

Sebarkan artikel ini
Magis 3 Hari Kas Hartadi: Kisah di Balik Kebangkitan RANS FC Menuju Liga
Magis 3 Hari Kas Hartadi: Kisah di Balik Kebangkitan RANS FC Menuju Liga

Liganusantara.com, Jakarta – RANS FC membuktikan bahwa mentalitas juara tidak pernah benar-benar hilang. Setelah sempat terpuruk hingga terdegradasi ke kasta ketiga (Liga 3) pada musim 2024/2025, tim berjuluk The Phoenix ini hanya butuh waktu satu musim untuk kembali terbang ke Liga 2.

Keberhasilan ini dikunci setelah RANS FC menumbangkan Dejan FC di partai final Liga Nusantara (Liga 3) 2025/2026 lewat drama adu penalti di Solo, Februari lalu. Namun, di balik trofi tersebut, ada cerita menarik mengenai tangan dingin pelatih spesialis promosi, Kas Hartadi.

Status Pinjaman dan Persiapan Singkat

Peran Kas Hartadi dalam kesuksesan RANS FC tergolong unik. Ia datang dengan status “pinjaman” dari posisinya sebagai Direktur Teknik PSMS Medan. Hebatnya, mantan pemain Timnas Indonesia peraih emas SEA Games 1991 ini hanya memiliki waktu tiga hari untuk meracik tim sebelum laga krusial dimulai.

“Semua terjadi sangat mendadak. Begitu mendarat di Solo, saya langsung menuju lapangan latihan untuk memantau pemain. Saya tidak punya waktu banyak, hanya tiga hari untuk melakukan penyesuaian taktik,” ungkap Kas Hartadi dalam podcast Bicara Bola, Maret 2026.

Sentuhan Strategi dan Kerja Keras

Meski tidak hafal seluruh nama pemain saat pertama kali datang, Kas Hartadi mengandalkan insting kepelatihannya. Ia menekankan pada organisasi pertahanan yang disiplin dan skema pressing ketat yang menuntut kerja keras seluruh pemain.

Hasilnya luar biasa. Di bawah komandonya, RANS FC menyapu bersih laga-laga menentukan:

  • Babak 8 Besar: Melumat Persikutim 3-0.
  • Perempat Final: Mengalahkan Persekabpas 2-0.
  • Semifinal: Menyingkirkan Persiba Bantul 2-1 (Sekaligus memastikan tiket promosi).
  • Final: Menang adu penalti 6-5 atas Dejan FC.

“Motivasi saya kepada pemain sederhana: kerja keras, fokus, dan anggap setiap laga adalah final. Jika kita menang terus, gelar juara pasti di tangan,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan RANS FC

Kas Hartadi bukanlah nama baru dalam urusan mencetak prestasi. Ia pernah membawa Sriwijaya FC juara ISL 2011/2012, serta mengantarkan Kalteng Putra dan Dewa United promosi ke Liga 1. Keberhasilan membawa RANS FC juara Liga 3 menjadi catatan emas baru dalam kariernya.

Meski sukses besar, Kas Hartadi tetap menunjukkan profesionalismenya dengan kembali ke PSMS Medan sesuai kesepakatan peminjaman. “Kepuasan tersendiri bisa mengantar RANS juara. Harapan saya, tahun depan RANS harus punya ambisi besar untuk kembali bersaing menuju Liga 1,” pungkas pelatih berusia 55 tahun tersebut.pada Februari lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *