BRI SUPER LEGUELAINYANEWSTRENDING

Ketua The Jakmania Nilai Persija Perlu Figur Lokal Berkarakter Kuat Seperti Beckham Putra

×

Ketua The Jakmania Nilai Persija Perlu Figur Lokal Berkarakter Kuat Seperti Beckham Putra

Sebarkan artikel ini
Ketua The Jakmania Nilai Persija Perlu Figur Lokal Berkarakter Kuat Seperti Beckham Putra
Ketua The Jakmania Nilai Persija Perlu Figur Lokal Berkarakter Kuat Seperti Beckham Putra

Liganusantara.com, Jakarta – Persaingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung tidak hanya berkutat pada hasil pertandingan. Lebih dari sekadar skor, rivalitas dua klub besar ini juga mencerminkan identitas, karakter pemain, serta ikatan kedaerahan yang melekat kuat di masing-masing tim.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, saat hadir beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan tersebut, Diky menyoroti peran Beckham Putra yang kini dianggap sebagai representasi karakter khas Persib Bandung.

“Figur seperti Beckham Putra itu tidak kami temukan di Persija saat ini. Kalau pemain kelahiran Jakarta mungkin ada Rayhan Hannan, lalu pemain senior seperti Andritany. Tapi sosok yang benar-benar menjadi simbol klub seperti Beckham, kami belum punya,” ujar Diky.

Ia menambahkan bahwa unsur kedaerahan masih memiliki nilai penting dalam sepak bola nasional. “Beckham jelas asal-usulnya, tumbuh di mana, dan besar bersama klubnya. Hal seperti itu perlu ditanamkan dan dikembangkan,” lanjutnya.

Pembentukan Karakter Butuh Proses Panjang

Diky menyadari bahwa menghadirkan pemain dengan karakter kuat seperti Beckham bukan perkara instan. Menurutnya, Persija saat ini sedang berada di jalur awal melalui pembinaan usia muda, khususnya lewat Elite Pro Academy (EPA).

“Persija sudah mulai dari EPA. Ada Rayhan, Aditya Warman, juga Dony Tri. Tapi tentu butuh waktu sampai mereka bisa mencapai level seperti Beckham. Beckham pun tidak langsung jadi pemain seperti sekarang ketika pertama kali masuk Persib,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan pemain yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan klub.

“Kami butuh pemain yang benar-benar mencintai klubnya, rela berjuang habis-habisan di lapangan, dan di saat yang sama punya kualitas untuk menentukan hasil pertandingan,” tegas Diky.

Peran Pemain Senior dan Dampak Psikologis

Dalam kesempatan yang sama, Diky turut menyinggung absennya Andritany Ardhiyasa dari susunan starter saat Persija kalah 0-1 dari Persib Bandung pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, kehadiran pemain senior yang memiliki ikatan emosional kuat dengan klub bisa memberikan pengaruh besar secara mental di lapangan. “Sayangnya kemarin Andritany hanya duduk di bangku cadangan. Kalau dia dimainkan, mungkin atmosfer dan semangat tim bisa berbeda,” ungkapnya.

Meski demikian, Diky tetap menghormati keputusan pelatih dan menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh kesalahan individu, bukan semata-mata komposisi pemain.

Jakarta yang Majemuk, Tantangan Identitas Persija

Lebih jauh, Diky menjelaskan bahwa kuatnya identitas kedaerahan di Persija menghadapi tantangan tersendiri karena karakter Jakarta yang multikultural. Berbeda dengan kota lain yang memiliki kultur sepak bola turun-temurun, Jakarta masih dalam tahap membangun keterikatan emosional tersebut.

“Di Jakarta, kecintaan terhadap klub masih bersifat struktural, belum sepenuhnya kultural. Di Bandung, Surabaya, atau Malang, anak yang baru lahir sudah otomatis menjadi pendukung klub daerahnya. Di Jakarta belum sampai ke tahap itu,” paparnya.

Karena itu, Diky menilai membangun kecintaan warga Jakarta terhadap Persija menjadi pekerjaan rumah bersama. “Ini tanggung jawab semua pihak, termasuk manajemen dan pendukung. Jika berhasil, Persija bisa menjadi simbol Bhinneka Tunggal Ika Jakarta—menyatukan keberagaman lewat satu kecintaan, yaitu Persija Jakarta,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *