Liganusantara.com – Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, menunjukkan emosi mendalam ketika menghadiri konferensi pers menjelang final AFC Futsal 2026 kontra Timnas Futsal Indonesia pada Jumat (6/2).
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Shamsaei tiba-tiba tak mampu menahan tangis saat membahas tekanan besar yang dialami timnya serta situasi sulit yang sedang terjadi di negaranya.
Peristiwa emosional itu terjadi di penghujung konferensi pers jelang laga puncak Indonesia vs Iran. Awalnya, pelatih berusia 50 tahun tersebut mengungkapkan keyakinannya untuk membawa Iran meraih gelar juara ke-14 sepanjang sejarah Piala Asia Futsal. Namun suasana berubah saat ia memberikan penghargaan kepada para pemain, staf pelatih, dan manajemen tim yang dinilainya mampu bertahan di tengah tekanan luar biasa selama turnamen berlangsung.
“Tidak ada tim yang bebas dari tekanan di kompetisi ini. Karena itu saya ingin menghargai para pemain, rekan kerja, dan semua staf yang mampu melewati situasi tersebut,” kata Shamsaei.
Setelah mengucapkan pernyataan itu, Shamsaei terlihat menundukkan kepala sambil mengusap matanya berkali-kali. Penerjemah tim Iran yang duduk di sampingnya sempat menghentikan tugasnya dan menepuk punggung sang pelatih untuk menenangkan suasana. Beberapa saat kemudian, Shamsaei melanjutkan pernyataannya dengan suara pelan.
Ia kemudian mengaitkan perjalanan timnya di Piala Asia Futsal dengan kondisi sosial dan politik yang sedang melanda Iran. Shamsaei menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Iran yang kehilangan anggota keluarga akibat konflik yang terjadi sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
“Satu-satunya alasan kami tetap di sini adalah untuk menunjukkan profesionalisme. Saya ingin menyampaikan simpati dan duka mendalam kepada mereka yang kehilangan orang tercinta,” ujarnya.
Menurut Shamsaei, ambisi Iran meraih gelar juara tidak semata demi trofi, tetapi juga sebagai bentuk dedikasi bagi rakyat Iran yang tengah menghadapi masa-masa sulit. Ia menekankan bahwa nilai kemanusiaan jauh lebih penting dibandingkan prestasi olahraga.
“Semua perjuangan ini kami persembahkan untuk mereka. Futsal tidak lebih penting dari persatuan. Yang terpenting adalah kita bersatu untuk melewati masa sulit dan menatap masa depan,” tuturnya.
Iran dikenal sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar juara dari 15 final yang pernah mereka jalani. Pada final 2026, mereka akan menantang Indonesia yang untuk pertama kalinya menembus partai puncak sekaligus bertindak sebagai tuan rumah di Indonesia Arena.
Di tengah atmosfer panas jelang laga final, momen emosional Shamsaei menunjukkan sisi lain dari pertandingan ini. Final Indonesia vs Iran bukan sekadar duel dua kekuatan futsal terbaik Asia, tetapi juga membawa muatan psikologis dan kemanusiaan yang kuat, terutama bagi Iran yang datang dengan beban sejarah, ekspektasi tinggi, serta situasi negaranya.












