AFC Champions League Two 2025/2026Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUEHiburanKualifikasi Piala Dunia 2026Liga Indonesia 2025/2026LIGA INGGRISLIGA SPANYOLNEWSOlahragaSepakbolaTRENDING

Ironi Persija Jakarta di BRI Super League: Konsisten Bersaing di Papan Atas, Tapi Rajin Kumpulkan Kartu

×

Ironi Persija Jakarta di BRI Super League: Konsisten Bersaing di Papan Atas, Tapi Rajin Kumpulkan Kartu

Sebarkan artikel ini
Ironi Persija di BRI
Ironi Persija di BRI

Liganusantara.com, JakartaPersija Jakarta terus menunjukkan performa kompetitif di BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu masih berada di jalur persaingan gelar dan konsisten menempel para rival utama di papan atas klasemen.

Kekalahan tipis 0-1 dari Persib Bandung pada laga klasik akhir pekan lalu memang sedikit menghambat langkah Persija. Namun hasil tersebut sama sekali tak mengurangi status mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.

Di bawah arahan Mauricio Souza, Persija menjelma menjadi tim dengan karakter kuat. Kombinasi pemain Brasil dan talenta lokal membuat permainan mereka agresif, intens, dan penuh determinasi. Hingga pekan ke-17, Persija bertengger di posisi ketiga klasemen dengan raihan 35 poin, hanya berjarak tiga angka dari Persib Bandung di puncak.

Meski tampil solid dalam urusan hasil, Persija menyimpan catatan unik yang cukup kontras dengan posisinya di klasemen. Mereka justru masuk jajaran tim paling sering menerima hukuman kartu sepanjang musim ini.

Agresif hingga Berbuah Kartu

Berdasarkan data statistik kompetisi, Persija tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu terbanyak. Dari 17 pertandingan yang sudah dilakoni, Macan Kemayoran telah menerima enam kartu merah.

Jumlah tersebut membuat Persija sejajar dengan Arema FC dan Persebaya Surabaya sebagai tim dengan kartu merah terbanyak kedua. Posisi teratas ditempati Persijap Jepara dengan tujuh kartu merah.

Tak hanya itu, Persija juga masuk lima besar tim dengan akumulasi kartu kuning tertinggi. Mereka sudah mengoleksi 45 kartu kuning sejauh musim berjalan. Catatan ini masih berada di bawah Bhayangkara FC yang memimpin daftar dengan 55 kartu, diikuti PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Arema FC.

Kehilangan Pemain di Momen Penting

Tingginya intensitas permainan Persija turut berdampak pada seringnya mereka kehilangan pemain akibat kartu merah. Dalam tujuh laga terakhir saja, empat pemain Persija harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Situasi ini terjadi di tengah performa positif tim. Dalam periode tersebut, Persija mencatat lima kemenangan dan hanya dua kekalahan. Namun, absennya pemain-pemain kunci cukup terasa, termasuk Jordi Amat yang diusir saat menghadapi Arema FC.

Insiden lain terjadi saat laga kontra Semen Padang, di mana Figo Dennis dan Fabio Colonegro menerima kartu merah dalam satu pertandingan. Terbaru, Bruno Tubarao harus keluar lapangan lebih cepat pada duel panas melawan Persib Bandung setelah pelanggaran keras terhadap Beckham Putra.

Tetap Konsisten di Jalur Juara

Terlepas dari disiplin yang masih perlu dibenahi, Persija tetap menunjukkan konsistensi. Dalam 10 laga terakhir, mereka sukses mengamankan delapan kemenangan dan hanya menelan dua kekalahan.

Musim masih menyisakan 17 pertandingan, membuka peluang lebar bagi Persija untuk terus menekan pesaing di papan atas. Macan Kemayoran juga masih menyimpan agenda penting, termasuk laga tandang-balik kontra Persib Bandung yang bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar.

Pada pertandingan selanjutnya, Persija dijadwalkan menjamu Madura United. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi tim ibu kota untuk kembali ke jalur kemenangan dan menjaga asa dalam perburuan trofi BRI Super League musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *