liganusantara.com – Penampilan solid kembali diperlihatkan penjaga gawang timnas Indonesia, Emil Audero. Namun, kontribusinya belum mampu mengantar US Cremonese meraih kemenangan saat menghadapi Genoa CFC.
Pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026, Cremonese menjamu Genoa di Stadio Giovanni Zini, Minggu (15/2/2026). Pertandingan ini menjadi duel penting bagi dua tim papan bawah yang sama-sama mengoleksi 24 poin sebelum laga dan berurutan di posisi ke-15 serta ke-16 klasemen sementara.
Tekanan bagi Tuan Rumah
Tantangan lebih berat mengiringi langkah tim asuhan Davide Nicola. Cremonese datang dengan catatan tanpa kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir. Tiga poin terakhir mereka diraih pada 7 Desember saat menundukkan Lecce. Sejak itu, tren negatif terus membayangi.
Di tengah situasi tersebut, Audero tetap menjadi salah satu pemain paling konsisten. Pada pekan sebelumnya, ia bahkan membukukan tujuh penyelamatan ketika menghadapi Atalanta, walau timnya tetap kalah 1-2.
Babak Pertama: Audero Jadi Penyelamat
Sejak awal laga, Genoa tampil agresif. Dalam lima menit pertama, Audero sudah harus bekerja keras menepis dua sepak pojok Vitinha yang langsung diarahkan ke gawang.
Tekanan berlanjut pada menit ke-8 dan ke-10. Peluang emas Junior Messias berhasil ditepis melewati mistar. Tak lama berselang, tembakan keras Vitinha dari luar kotak penalti dimentahkan melalui aksi terbang sang kiper.
Genoa terus mencoba membongkar pertahanan tuan rumah. Brooke Norton-Cuffy sempat melepaskan tendangan voli yang kembali memaksa Audero melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jarinya. Sepakan mendatar Lorenzo Colombo juga berhasil diamankan dengan baik.
Cremonese bukan tanpa peluang. Sundulan Milan Djuric sempat mengancam, tetapi masih bisa diamankan kiper Genoa, Justin Bijlow. Hingga turun minum, skor tetap tanpa gol.
Babak Kedua: Tempo Menurun, Peluang Terbatas
Memasuki paruh kedua, tekanan Genoa tidak seintens babak pertama. Dalam 15 menit awal setelah jeda, Audero relatif lebih tenang karena tim tamu jarang menciptakan ancaman berarti.
Sebaliknya, Cremonese mulai lebih berani mengambil inisiatif serangan. Beberapa peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir masih kurang efektif. Bijlow juga tampil disiplin di bawah mistar Genoa.
Satu momen krusial terjadi saat Messias lolos di area kotak penalti. Audero sempat terpancing keluar, tetapi tembakan sang gelandang hanya mengenai sisi luar jaring, membuat gawang tuan rumah tetap aman.
Skor Kacamata dan Rekor Buruk Berlanjut
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah. Audero menyelesaikan pertandingan dengan enam penyelamatan dan mencatatkan clean sheet.
Sayangnya, ketangguhan lini belakang tidak diimbangi produktivitas lini depan. Peluang terbaik Cremonese pada menit-menit akhir melalui Federico Bonazzoli hanya membentur tiang gawang.
Hasil ini membuat Cremonese memperpanjang paceklik kemenangan menjadi 11 pertandingan berturut-turut. Meski begitu, tambahan satu poin cukup membawa mereka naik ke posisi ke-15, menyalip Genoa berkat keunggulan rekor pertemuan musim ini (2-0 dan 0-0). Kedua tim kini sama-sama mengoleksi 24 poin dan masih harus berjuang keras menjauh dari zona degradasi.
Hasil Pertandingan
Cremonese 0-0 Genoa
Susunan Pemain
Cremonese (3-5-2):
1-Emil Audero; 24-Terracciano, 6-Baschirotto, 5-Luperto; 7-Zerbin (Floriani 88′), 2-Thorsby, 32-Payero (Grassi 58′), 29-Maleh, 3-Pezzella (Barbieri 72′); 9-Djuric (Sanabria 73′), 10-Vardy (Bonazzoli 58′).
Pelatih: Davide Nicola
Genoa (3-4-2-1):
16-Bijlow; 27-Marcandalli, 5-Ostigard, 22-Vasquez; 15-Norton-Cuffy (Martin 72′), 17-Malinovskyi, 32-Frendrup (Amorim 89′), 77-Ellertsson; 10-Messias (Baldanzi 72′), 9-Vitinha (Ekuban 60′); 29-Colombo (Ekhator 72′).
Pelatih: Daniele De Rossi












