Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUELiga Indonesia 2025/2026NEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaSKOR TERKINI

Evaluasi Tajam Jean-Paul van Gastel: Titik Lemah Set Piece Gagalkan Kemenangan PSIM Yogyakarta

×

Evaluasi Tajam Jean-Paul van Gastel: Titik Lemah Set Piece Gagalkan Kemenangan PSIM Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Evaluasi Tajam Jean-Paul van Gastel: Titik Lemah Set Piece Gagalkan Kemenangan PSIM Yogyakarta
Evaluasi Tajam Jean-Paul van Gastel: Titik Lemah Set Piece Gagalkan Kemenangan PSIM Yogyakarta

Liganusantara.com, Jakarta – Hasil imbang 2-2 saat menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 meninggalkan catatan merah bagi pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel. Juru taktik asal Belanda tersebut secara terbuka menyoroti buruknya antisipasi anak asuhnya terhadap situasi bola mati (set piece).

Dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Rabu (11/3/2026) malam, dua gol balasan Laskar Kalinyamat lahir dari skema yang membuat barisan pertahanan PSIM kewalahan.

Kebobolan Cepat yang Merusak Ritme

PSIM sejatinya tampil dominan lewat gol Ezequiel Vidal (16′) dan Ze Valente (37′). Namun, gol cepat Borja Martinez di menit ke-3 dan gol penyeimbang Iker Guarrotxena di menit ke-64 menjadi bukti rapuhnya koordinasi lini belakang tuan rumah.

“Kami mengawali laga dengan buruk. Baru berjalan beberapa menit, gawang kami sudah bobol melalui situasi set piece. Hal itu merusak rencana awal dan kami butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan diri,” ungkap Van Gastel dalam sesi konferensi pers usai laga.

Pelatih berusia 53 tahun itu juga menyayangkan kegagalan timnya mengunci kemenangan di babak pertama. “Kami seharusnya bisa mencetak gol ketiga sebelum jeda. Di babak kedua, kami justru ‘kalah’ karena bola mati lagi. Jujur, Jepara tidak menciptakan banyak peluang terbuka, mereka hanya sangat berbahaya di set piece,” tambahnya.

Intensitas Tinggi yang Menguras Emosi

Meskipun kecewa dengan hasil akhirnya, mantan asisten pelatih Feyenoord ini mengakui bahwa duel Laskar Mataram kontra Laskar Kalinyamat menyuguhkan tontonan yang menghibur bagi publik netral.

“Laga ini penuh intensitas dan permainan terbuka. Meski diwarnai beberapa kesalahan elementer yang hampir membuat saya ‘serangan jantung’, kesalahan-kesalahan itulah yang justru membuat pertandingan ini sangat menarik untuk dinikmati penonton,” selorohnya.

Eksperimen Strategi Menyerang 6 Pemain

Van Gastel juga membeberkan alasan di balik gaya main agresif PSIM yang menumpuk banyak pemain di garis depan. Ia mengaku menerapkan skema ofensif dengan melibatkan bek sayap dan gelandang bertahan untuk naik membantu serangan.

“Idealnya, saya ingin kami menyerang dengan enam pemain di sepertiga akhir lapangan. Itulah mengapa selain empat pemain depan, bek sayap dan gelandang bertahan juga saya instruksikan untuk aktif merangsek naik,” jelasnya.

Riyatno Abiyoso: Kami Harus Kerja Keras Lagi

Senada dengan sang pelatih, winger PSIM Riyatno Abiyoso mengakui keunggulan strategi bola mati Persijap. Kegagalan mengamankan tiga poin di kandang menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim.

“Persijap memang punya set piece yang sangat terukur. Kami gagal antisipasi dan akhirnya kehilangan poin penuh. Ini bukan hasil yang bagus, tapi intensitas laga tadi jadi modal kami untuk bekerja lebih keras di laga berikutnya,” tutur Abiyoso.

Dengan tambahan satu angka, PSIM kini menempati urutan ke-8 klasemen dengan raihan 38 poin, sementara Persijap masih berjuang di posisi ke-14 dengan koleksi 21 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *