Liganusantara.com, Jakarta – Juru taktik Persis Solo, Milomir Seslija, membeberkan rapor merah sekaligus progres yang dialami skuatnya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Meski pertahanan kian kokoh, lini serang Laskar Sambernyawa masih menjadi persoalan besar yang harus segera diatasi.
Hingga pekan ke-20, Persis baru mengoleksi satu poin dari tiga laga terakhir. Setelah menelan kekalahan tipis dari Borneo FC (0-1) dan Persib Bandung (0-1), tim kebanggaan warga Solo ini bermain imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta dalam tajuk Derby Mataram.
Pertahanan Membaik, Transisi Menyerang Lemah

Milomir Seslija mencatat adanya kemajuan signifikan dalam cara timnya mengantisipasi serangan lawan. Namun, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini menyesalkan tumpulnya skema transisi dari bertahan ke menyerang.
“Kami sudah lebih disiplin saat bertahan, itu sisi positifnya. Tapi sebaliknya, transisi menyerang kami jauh dari kata maksimal. Jika saja kami lebih agresif saat melawan PSIM, kemenangan sebenarnya bisa kita raih. Saya ingin pemain tidak hanya berpikir untuk ‘tidak kalah’, tapi harus punya mentalitas untuk menang,” tegas Coach Milo.
Cleansheet Perdana yang Berharga
Satu hal yang membuat Milo sedikit bernapas lega adalah keberhasilan Persis menjaga gawangnya tetap perawan saat menghadapi Laskar Mataram. Ini merupakan catatan nirbobol perdana Persis di bawah arahannya musim ini.
Sebagai catatan, Persis tergolong sulit mencatatkan cleansheet. Sebelum laga kontra PSIM, mereka terakhir kali tidak kebobolan pada pekan ke-13 saat menahan imbang Bali United.
“Saya senang dengan cleansheet pertama ini, itu progres yang layak diapresiasi. Beberapa orang menyebut kami tampil bagus, dan saya setuju dari sisi pertahanan. Tapi perjuangan belum usai, masih banyak PR yang menanti,” tambahnya.
Krisis Gol yang Mengkhawatirkan

Masalah utama yang kini menghantui Persis adalah mandulnya lini depan. Dalam tiga pertandingan berturut-turut, Zanadin Fariz dkk. gagal menyarangkan satu bola pun ke gawang lawan. Milo menyadari, tanpa gol, kemenangan hanyalah angan-angan.
“Tidak bisa mencetak gol artinya permainan kami belum cukup bagus. Kami tidak boleh terus buntu jika ingin mengamankan poin penuh. Saya sudah instruksikan pemain untuk terus berbenah karena waktu kami tidak banyak. Tidak ada alasan lagi,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.










