liganusantara.com – ,Jakarta Dewa United menghadapi misi penting untuk menang minimal dua gol ketika menjamu Manila Digger pada leg kedua perempat final AFC Challenge League 2025/2026, Kamis (12/3/2026) di Indomilk Arena, Tangerang.
Kesempatan tim berjuluk Banten Warriors untuk melaju ke semifinal masih sangat terbuka, meski pada leg pertama mereka menelan kekalahan tipis 0-1 oleh gol Kenji Nishioka di Stadion Rizal Memorial, Manila, pekan lalu.
Optimisme di Kandang Sendiri

Meski tertinggal agregat satu gol, Dewa United tetap percaya diri bisa membalikkan keadaan. Bermain di hadapan suporter sendiri menjadi salah satu modal utama tim untuk tampil lebih agresif. Dukungan dari tribun Indomilk Arena diharapkan mampu menambah energi para pemain untuk mengejar kemenangan.
“Persiapan kami sudah matang. Kita harus ingat bahwa posisi kami saat ini merupakan hasil dari usaha keras selama 10 bulan terakhir, termasuk finis di posisi kedua di kompetisi sebelumnya,” ungkap pelatih Jan Olde Riekerink seperti dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Belanda ini menekankan pentingnya pertandingan ini bagi klub yang masih tergolong baru. Ia ingin pemainnya memahami tanggung jawab besar yang mereka emban di lapangan.
“Dalam laga ini, kami mewakili Dewa United. Ini kesempatan untuk meraih prestasi penting sebagai klub yang relatif baru,” tambah Jan Olde Riekerink.
Membawa Nama Indonesia ke Kancah Asia

Selain mengangkat nama klub, Jan juga menekankan bahwa Dewa United turut memikul tanggung jawab sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia.
“Kami menyadari setiap poin yang diraih memiliki makna besar. Tim siap menghadapi pertandingan ini dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Dewa United sendiri merupakan klub baru yang sebelumnya bernama Martapura FC hingga bertransformasi pada 2022, dan langsung promosi ke Liga 1. Berkat kerja keras, tim terus menunjukkan prestasi, termasuk menempati posisi runner-up BRI Liga 1 2024/2025 di bawah Persib Bandung. Kedua tim tersebut menjadi wakil Indonesia di kompetisi klub Asia.
Kini, setelah Persib tersingkir di babak 16 besar AFC Champions League, giliran Dewa United berjuang untuk “menyelamatkan” nama Indonesia di level klub kompetisi Asia.








