liganusantara.com – ,Jakarta Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, memilih tidak terpengaruh dengan ultimatum yang dilayangkan manajemen jelang pertandingan penting menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.
Kabau Sirah dijadwalkan menjamu PSIM di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam WIB. Laga tersebut menjadi sangat krusial, bukan hanya bagi posisi tim di klasemen, tetapi juga bagi kelanjutan karier Dejan di kursi pelatih.
Saat ini, Semen Padang masih terbenam di dasar klasemen sementara. Mereka menempati peringkat ke-18 dengan raihan 16 poin dan belum mampu keluar dari zona degradasi. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta tampil lebih stabil dengan menghuni posisi kedelapan dan mengoleksi 36 poin.
Sejak resmi menangani tim pada 10 Oktober 2025, pelatih asal Serbia itu sudah memimpin dalam 15 pertandingan. Namun, hasil yang diraih belum memuaskan. Dari jumlah tersebut, Semen Padang hanya mencatatkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Pilih Fokus ke Lapangan
Menanggapi kabar adanya tekanan dari petinggi klub, Dejan menegaskan dirinya tidak ingin terseret dalam isu di luar pertandingan. Ia memilih memusatkan perhatian pada persiapan tim.
Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah menghadapi laga melawan PSIM dengan maksimal. Ia juga menekankan bahwa hasil akhir adalah ketentuan Tuhan, sehingga dirinya tak ingin memikirkan spekulasi lainnya.
“Lebih baik kami fokus ke pertandingan besok. Apa pun yang terjadi, keputusan terakhir ada di tangan Tuhan. Itu yang paling penting bagi saya,” ujar Dejan dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya hanya ingin memberikan yang terbaik demi Semen Padang. Baginya, kemenangan akan menjadi jawaban terbaik atas situasi yang sedang dihadapi tim.
Pertandingan kontra PSIM pun menjadi penentu. Tiga poin bukan hanya berarti memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga berpotensi menyelamatkan jabatan Dejan sebagai pelatih kepala.
Ultimatum dari Andre Rosiade
Sebelumnya, penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, menyampaikan pernyataan tegas usai kekalahan 0-4 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-23. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Sumpah Pemuda pada 24 Februari 2026.
Kekalahan telak itu membuat manajemen kecewa karena tim belum juga mampu keluar dari zona merah. Evaluasi besar pun disebut akan dilakukan demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi.
Melalui akun Instagram pribadinya, Andre menyampaikan bahwa hasil buruk tersebut sangat menyakitkan. Ia memastikan manajemen segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh agar Semen Padang terhindar dari degradasi.
Bahkan, ia secara terbuka menyatakan bahwa posisi pelatih akan dievaluasi jika Semen Padang gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada duel di Padang. Laga tersebut bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen penentuan bagi nasib Kabau Sirah dan juga sang pelatih.








