Liganusantara.com, Pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 menghadirkan drama luar biasa di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026). Tuan rumah PSIM Yogyakarta menunjukkan mental baja dengan mengejar defisit tiga gol sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 3-3 atas Bali United.
Laga ini diwarnai sejumlah momen krusial, termasuk kartu merah dan gol bunuh diri yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Babak Pertama: Bali United Tampil Tajam
Sejak menit awal, duel strategi antara pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, dan arsitek Bali United, Johnny Jansen, langsung tersaji menarik. Kedua tim bermain terbuka dan saling menekan.
PSIM lebih dulu mengancam lewat peluang Fahreza Sudin pada menit ke-9, namun upayanya masih mampu digagalkan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer.
Tim tamu perlahan keluar dari tekanan. Setelah beberapa percobaan, Bali United membuka keunggulan pada menit ke-34 melalui Thijmen Goppel. Memanfaatkan umpan silang dari Irfan Jaya, Goppel sukses menaklukkan Cahya Supriyadi dan membawa timnya unggul 1-0.
Menjelang turun minum, Bali United menggandakan keunggulan. Situasi sepak pojok menciptakan kemelut di depan gawang PSIM yang diselesaikan oleh Tim Receveur pada menit 45+3. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Tambah Gol, Lalu Kehilangan Kendali
Memasuki paruh kedua, Bali United makin percaya diri. Serangan cepat yang dibangun dari sisi kanan berujung gol ketiga pada menit ke-55. Irfan Jaya memanfaatkan bola liar di kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper PSIM. Skor berubah menjadi 3-0.
Tertinggal jauh tak membuat PSIM menyerah. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Savio Sheva memanfaatkan bola muntah di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang memperkecil kedudukan menjadi 1-3.
Momentum berbalik saat bek Bali United, Joao Viktor Silva, diganjar kartu merah pada menit ke-72 usai tinjauan VAR menyatakan pelanggarannya layak berujung pengusiran. Bermain dengan 10 orang membuat Bali United mulai goyah.
Drama Akhir: Gol Bunuh Diri dan Penyama Kedudukan
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh PSIM. Pada menit ke-89, tekanan dari sisi kiri membuat bek Bali United, Ricky Fajrin, melakukan kesalahan fatal. Upayanya menghalau bola justru berbuah gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 2-3.
PSIM terus menggempur pertahanan lawan. Hasilnya datang di menit 90+1 melalui Franco Gaston Ramos yang menyambar umpan dari Nermin Haljeta dan menggetarkan gawang Bali United. Skor imbang 3-3 pun tercipta.
Meski masih memiliki waktu tambahan, tak ada gol tambahan tercipta. Pertandingan berakhir sama kuat setelah salah satu comeback paling dramatis musim ini.
Ringkasan Skor
PSIM Yogyakarta 3-3 Bali United
(Savio Sheva 65’, Ricky Fajrin 89’ (og), Franco Gaston Ramos 90+1’ / Thijmen Goppel 34’, Tim Receveur 45+3’, Irfan Jaya 55’)
Hasil ini menunjukkan semangat pantang menyerah PSIM sekaligus menjadi pelajaran bagi Bali United yang gagal menjaga keunggulan besar meski sempat tampil dominan.












