Liganusantara.com, Kondisi cedera yang menimpa Kylian Mbappé memunculkan perbincangan hangat di internal klub maupun publik. Penanganan yang dilakukan tim medis Real Madrid menjadi sorotan setelah proses pemulihan sang penyerang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Los Blancos saat ini tengah menjaga konsistensi performa pada musim 2025–2026. Setelah mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions, mereka juga masih bersaing ketat dalam perebutan gelar Liga Spanyol. Namun, tim ibu kota Spanyol itu harus menghadapi kenyataan tampil tanpa mesin gol andalannya.
Mbappé diketahui mengalami masalah pada lutut sejak akhir 2025. Cedera tersebut membuatnya menepi selama kurang lebih dua bulan terakhir. Absennya pemain asal Prancis itu jelas berdampak besar, mengingat perannya yang sangat vital dalam skema permainan tim.
Sepanjang musim ini, ia telah mencatatkan kontribusi luar biasa dengan terlibat dalam 38 gol dari 33 laga di seluruh kompetisi. Ia bahkan memimpin daftar pencetak gol, baik di Liga Spanyol dengan 23 gol maupun di Liga Champions dengan 13 gol. Statistik tersebut menunjukkan betapa krusialnya kehadiran sang penyerang bagi El Real.
Situasi semakin rumit karena cedera lutut yang dialaminya diperkirakan membuatnya harus menepi setidaknya selama tiga pekan tambahan. Untuk saat ini, Mbappé memilih jalur pemulihan tanpa operasi dan menjalani terapi konservatif di bawah pengawasan tim medis klub.
Meski demikian, laporan media Italia menyebutkan bahwa pihak terdekat sang pemain mulai mempertanyakan metode penanganan yang diterapkan. Mereka menilai respons medis kurang sigap, sehingga cedera yang awalnya dianggap ringan justru berkembang menjadi lebih serius.
Di sisi lain, muncul pula keraguan di lingkungan internal klub terhadap efektivitas pendekatan diagnosis dan perawatan yang digunakan saat ini. Keterlambatan dalam menentukan langkah penanganan dinilai menjadi salah satu faktor yang memperpanjang masa pemulihan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, memastikan bahwa Mbappé tidak akan dipaksakan tampil sebelum benar-benar pulih sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa prioritas utama tim adalah memastikan kondisi sang pemain kembali 100 persen tanpa menyisakan rasa tidak nyaman sedikit pun.
Menurut Arbeloa, proses pemulihan akan dipantau dari hari ke hari. Tim pelatih tidak ingin menetapkan tenggat waktu pasti karena kondisi cedera seperti ini membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Keputusan terkait waktu comeback akan sepenuhnya didasarkan pada perkembangan terbaru serta kenyamanan pemain saat menjalani latihan.
Dengan situasi yang masih dinamis, Real Madrid berharap Mbappé dapat kembali dalam kondisi terbaiknya dan memberikan kontribusi maksimal saat memasuki fase krusial musim ini.












