Liganusantara.com, Kabar buruk datang untuk Timnas Brasil setelah salah satu penyerang andalannya, Rodrygo, dipastikan mengalami cedera serius yang berpotensi membuatnya absen di Piala Dunia 2026.
Pemain milik Real Madrid tersebut mengalami robekan ligamen anterior cruciate (ACL) usai tampil dalam laga kontra Getafe CF, Selasa (3/3/2026) WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis klub, Rodrygo juga diketahui mengalami cedera tambahan berupa robekan meniskus lateral pada lutut kanannya.
Cedera kombinasi tersebut membuat masa pemulihannya diperkirakan cukup panjang. Jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, melaporkan bahwa pemulihan ACL bisa memakan waktu hingga sekitar 10 bulan. Situasi ini praktis menutup peluang Rodrygo tampil di ajang Piala Dunia 2026.
Musim 2025-2026 Berakhir Lebih Cepat
Dengan kondisi tersebut, Rodrygo dipastikan tidak akan memperkuat Los Blancos hingga akhir musim 2025-2026. Padahal sebelumnya ia baru saja kembali dari masalah kebugaran.
Tanda-tanda cedera sebenarnya sudah terlihat sejak awal Februari 2026 saat Real Madrid menghadapi Rayo Vallecano. Dalam pertandingan itu, Rodrygo masuk sebagai pemain pengganti, namun harus ditarik keluar pada menit ke-77 karena merasa tidak nyaman pada kakinya. Setelah pemeriksaan, ia didiagnosis mengalami tendinosis pada hamstring kanan dan sempat menepi hampir satu bulan demi mencegah cedera yang lebih parah.
Setelah menjalani pemulihan, Rodrygo kembali dimainkan saat melawan Getafe dan masuk pada menit ke-55. Meski mampu menyelesaikan laga, tim medis klub tetap melakukan evaluasi lanjutan yang kemudian mengungkap cedera ACL tersebut.
Dampak Besar untuk Timnas Brasil
Absennya Rodrygo jelas menjadi pukulan bagi Timnas Brasil. Sejak ditangani pelatih anyar, Carlo Ancelotti, ia menjadi salah satu opsi utama di lini serang. Sejak Oktober 2025, Rodrygo mencatat empat penampilan bersama Tim Samba dengan kontribusi dua gol dan satu assist.
Kini, tanpa kehadirannya di Piala Dunia 2026, Brasil harus mencari alternatif lain untuk mengisi sektor sayap dan lini depan. Kehilangan pemain berusia 25 tahun tersebut tentu memaksa Ancelotti memutar otak demi menjaga daya gedor tim di turnamen empat tahunan itu.












