Liganusantara.com, Jakarta – Persik Kediri melakukan perombakan skuad pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Klub berjuluk Macan Putih tersebut resmi berpisah dengan dua pemain impor mereka, yakni Williams Lugo dan Sylvain Atieda, dengan skema berbeda.
Kerja sama Persik dengan Williams Lugo diputus secara permanen berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sementara itu, Sylvain Atieda dipinjamkan ke klub Pegadaian Championship, Persekat Tegal, demi mendapatkan kesempatan bermain yang lebih reguler.
Manajer Tim Persik, M. Syahid Nur Ichsan, menyampaikan apresiasi kepada Lugo atas kontribusinya selama memperkuat tim.
“Persik dan Williams Lugo telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kerja sama. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama bersama Persik,” ujarnya.
Williams Lugo, gelandang serang asal Venezuela, tampil pada 13 pertandingan di putaran pertama musim ini. Meski hanya bermain setengah musim, performanya terbilang cukup solid dengan catatan satu gol dan dua assist.
Salah satu penampilan terbaik Lugo terjadi saat Persik menjamu Malut United di Stadion Brawijaya. Dalam laga tersebut, ia mencatatkan dua assist dan dinobatkan sebagai Player of The Match, membantu Persik meraih kemenangan 2-1.
Demi Menit Bermain Lebih Konsisten
Selain Lugo, Persik juga melepas Sylvain Atieda dengan status pinjaman. Penyerang asal Prancis itu akan memperkuat Persekat Tegal hingga akhir musim. Keputusan ini diambil agar Atieda bisa memperoleh menit bermain yang lebih konsisten.
Selama berseragam Persik, Sylvain hanya tampil dalam lima pertandingan dan belum mampu memberikan kontribusi signifikan dalam bentuk gol maupun assist.
“Persik resmi meminjamkan Sylvain Atieda ke Persekat. Langkah ini merupakan rekomendasi tim pelatih agar Sylvain bisa mendapatkan jam bermain yang lebih banyak di kompetisi Championship,” jelas Syahid.
Persik Incar Striker Asing Baru

Di sisi lain, pelatih Persik, Marcos Reina, masih belum puas dengan ketajaman lini depan timnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Persik membutuhkan tambahan striker asing guna meningkatkan produktivitas gol pada putaran kedua.
Secara statistik, Persik mencetak 19 gol dan kebobolan 26 gol pada paruh pertama musim. Kontribusi gol terbesar datang dari Jose Enrique dan Ezra Walian yang masing-masing mencatatkan enam dan lima gol. Sementara itu, Imanol Garcia menyumbang tiga gol dari lini tengah.
Ketergantungan pada dua penyerang utama dinilai berisiko, terlebih persaingan dipastikan semakin ketat di putaran kedua. Kondisi ini membuat manajemen dan tim pelatih sepakat untuk mencari penyerang asing tambahan, mengingat Persik masih memiliki satu slot pemain impor.
“Jika hanya mengandalkan lini tengah, itu tidak cukup. Kami perlu memperbaiki sektor depan agar lebih tajam di putaran kedua,” kata Syahid.
Ia juga menegaskan bahwa proses perekrutan striker baru tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Kami ingin penyerang yang benar-benar berkualitas. Beberapa opsi yang tersedia berada di level harga cukup tinggi, sehingga semuanya harus dipersiapkan dengan matang,” pungkasnya.












