Liganusantara.com, Jakarta – Persaingan di BRI Super League 2025/2026 diperkirakan akan semakin ketat saat kompetisi memasuki putaran kedua. Dengan jarak poin yang tipis di papan atas, setiap laga memiliki potensi untuk mengubah posisi tim secara signifikan.
Mantan kapten Persib Bandung, Atep, menyoroti tantangan yang menanti tim-tim papan atas. Menurutnya, fase kedua musim ini sering menjadi momen krusial yang menentukan nasib tim, di mana konsistensi permainan, kekuatan mental, dan kedalaman skuad menjadi penentu utama.
“Putaran kedua biasanya lebih berat daripada sebelumnya. Semua tim pasti melakukan evaluasi dan memperkuat diri untuk meraih hasil maksimal,” ujar Atep saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Ujian Sesungguhnya bagi Tim-Tim Papan Atas

Atep menekankan bahwa putaran kedua menjadi fase yang lebih menantang dibanding paruh pertama musim. Setiap klub diyakini akan melakukan perbaikan dan strategi agar bisa bersaing di papan atas.
“Saya berharap Persib mampu bertahan di posisi saat ini hingga akhir musim, tapi tentu tidak mudah. Banyak tim lain yang akan melakukan pembenahan untuk saling menyaingi,” tambah Atep, yang pernah mengantar Persib juara ISL 2014.
Konsistensi dan Mental Juara Jadi Penentu

Ketatnya perbedaan poin di klasemen membuat perebutan gelar tetap terbuka hingga akhir kompetisi. Atep menekankan pentingnya mental juara dan stabilitas performa bagi Persib.
“Tim yang konsisten dan memiliki mental juara akan mampu bertahan di papan atas. Persib harus bisa menjaga ritme permainan dari pekan ke pekan, terutama saat tekanan meningkat di fase akhir,” ujarnya.
Persib Perlu Penguatan Skuad

Selain konsistensi, Atep menyoroti perlunya tambahan kekuatan bagi Persib. Dengan jadwal padat, termasuk partisipasi di AFC Champions League Two 2025, tim Maung Bandung membutuhkan kedalaman skuad yang memadai.
“Bojan Hodak tentunya lebih memahami pemain seperti apa yang dibutuhkan tim saat ini. Semoga manajemen memberi kebebasan penuh kepada sang pelatih untuk memilih pemain incaran agar strategi bisa berjalan optimal,” kata Atep.
Layvin Kurzawa Dinilai Cocok dengan Filosofi Bojan Hodak

Terkait rumor kedatangan Layvin Kurzawa, mantan pemain Paris Saint-Germain, Atep menilai bek kiri asal Prancis itu dapat menjadi tambahan yang tepat bagi Persib.
“Kurzawa adalah bek kiri modern dan agresif, sangat sejalan dengan filosofi Bojan Hodak. Pengalaman dan kualitasnya bisa menambah kekuatan tim,” tutup Atep.












