Liganusantara.com, Jakarta – Gerbong pemain naturalisasi yang merumput di kompetisi domestik kian panjang. Terbaru, penyerang muda berbakat Mauro Zijlstra resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Persija Jakarta. Pemain yang sebelumnya membela FC Volendam di Liga Belanda (Eredivisie) ini sepakat menjalin kerja sama dengan durasi kontrak 2,5 musim.
Kehadiran Zijlstra mempertegas tren kepulangan pemain diaspora ke BRI Super League. Ia menyusul nama-nama besar seperti Rafael Struick (Dewa United), Jordi Amat (Persija), hingga duet Thom Haye dan Eliano Reijnders di Persib Bandung. Tak hanya itu, Persija juga baru saja meresmikan Shayne Pattynama yang didatangkan dari Buriram United.
Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, menilai fenomena ini sebagai sinyal positif bagi peningkatan nilai kompetisi Indonesia. Namun, ia menekankan satu hal krusial bagi sang striker baru.
“Banyaknya pemain naturalisasi yang memilih berkarier di sini menunjukkan value liga kita meningkat. Kini, tantangan bagi Zijlstra adalah seberapa cepat ia mampu menyesuaikan diri dengan kultur sepak bola tanah air,” ujar Supriyono dalam sebuah podcast di kanal YouTube Liputan6.
Persaingan Sengit di Lini Serang
Zijlstra dipastikan tidak akan melenggang mudah ke skuad utama. Di bawah asuhan Carlos Pena, lini depan Macan Kemayoran sudah dihuni deretan predator mematikan. Nama-nama seperti Gustavo Almeida, Alaeddine Ajaraie, hingga striker lokal produktif Eksel Runtukahu siap menjadi pesaing berat.
Ketajaman lini depan Persija musim ini memang luar biasa dengan koleksi 36 gol dari 19 laga. Maxwell Souza sejauh ini masih menjadi mesin gol utama dengan 12 gol, disusul Alano dengan 6 gol.
“Persija memiliki Gustavo yang punya postur ideal dan penempatan posisi yang sangat baik. Zijlstra harus mampu bersaing dan membuktikan kualitasnya di tengah produktivitas tim yang sedang tinggi,” tambah mantan pemain Pelita Jaya tersebut.
Asa untuk Timnas Indonesia
Selain memperkuat klub, kepindahan Zijlstra ke Persija diharapkan membawa dampak instan bagi Timnas Indonesia. Dengan menit bermain yang lebih terjamin di liga domestik, peluang Zijlstra untuk dipanggil oleh pelatih John Herdman dalam agenda FIFA Series mendatang semakin terbuka lebar.
“Posisi striker nomor 9 masih menjadi pekerjaan rumah di Timnas. Jika Zijlstra bisa bersinar di Persija, ini akan menjadi opsi segar bagi Coach John Herdman,” pungkas Supriyono.










