Liganusantara.com, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, terus mengoptimalkan persiapan tim menjelang Piala AFF U-17 2026. Meski hasil pertandingan uji coba internasional belum sepenuhnya memuaskan, ia menilai perkembangan skuad Garuda Muda mulai menunjukkan arah positif.
Turnamen kelompok umur tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11–23 April, dengan Gresik dan Sidoarjo sebagai lokasi penyelenggaraan. Bermain di kandang sendiri diharapkan memberi keuntungan tambahan bagi tim untuk tampil lebih percaya diri.
Kurniawan menekankan evaluasi pada peningkatan mental bertanding serta kemampuan penguasaan bola. Ia menilai pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat selama masa persiapan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pemain. Sementara itu, kondisi fisik skuad dilaporkan cukup baik dan terus diarahkan menuju puncak performa saat kompetisi dimulai.
Pembenahan Kesalahan Individu di Pertahanan

Walaupun progres terlihat, masih ada sejumlah aspek teknis yang perlu diperbaiki. Salah satu fokus utama adalah meminimalkan kesalahan individu di lini belakang. Kurniawan menilai kelengahan kecil kerap berujung pada kebobolan yang merugikan tim.
Perkembangan dalam hal mental bertanding dan penguasaan bola dinilai cukup memuaskan. Namun, pekerjaan rumah lainnya adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Pelatih berharap peluang yang berhasil diciptakan dapat dimaksimalkan menjadi gol.
Mentalitas dan Tantangan di Grup A
Selain sektor pertahanan, ketajaman lini depan juga menjadi perhatian. Tim dinilai mampu menciptakan peluang saat menghadapi tim kuat seperti Korea Selatan dan Thailand, tetapi konversi peluang masih belum optimal.
Pengalaman internasional Kurniawan saat berkarier di Como 1907 ia manfaatkan untuk membangun mental profesional para pemain muda. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan semangat juang tinggi dalam setiap pertandingan.
Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Persaingan diprediksi berlangsung ketat, sehingga kerja sama tim dan kesiapan di semua lini menjadi faktor penting untuk melaju ke babak berikutnya. Sisa waktu persiapan akan dimaksimalkan untuk memperbaiki kekurangan sebelum turnamen dimulai.












