Liganusantara.com, Jakarta – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1 pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam. Kekalahan ini membuat Skuad Garuda harus puas menjadi runner-up, meski tampil dominan sepanjang pertandingan.
Gol penentu dari Bulgaria lahir lewat eksekusi penalti Marin Petkov pada menit ke-38. Setelah itu, Timnas Indonesia terus menekan, namun kesulitan mengubah peluang menjadi gol.
Dominasi Tanpa Penyelesaian Akhir

Indonesia menguasai bola hingga 71 persen sepanjang laga, menunjukkan kontrol permainan yang jelas dibandingkan Bulgaria yang lebih mengandalkan serangan balik. Akurasi umpan mencapai 86 persen dari total 572 percobaan, jauh di atas lawan.
Meski demikian, dominasi di lini tengah tidak diimbangi ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Timnas hanya mampu menciptakan empat peluang, namun semuanya gagal dikonversi menjadi gol.
Trio Penyerang Aktif, Namun Kurang Efektif

Pelatih John Herdman menurunkan Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta di lini depan. Ketiganya aktif merepotkan pertahanan Bulgaria, namun penyelesaian akhir yang kurang akurat membuat ancaman sulit berbuah gol.
Ramadhan Sananta menunjukkan determinasi melalui tembakan sejak awal, sementara Ragnar Oratmangoen tampil agresif dengan aksi individu. Ole Romeny menjadi ancaman utama berkat pergerakan tanpa bola yang cerdas, tetapi peluangnya beberapa kali terbuang sia-sia.
Penyesuaian Taktik dan Peluang Terbaik

Pada babak kedua, Herdman melakukan perubahan dengan menarik Ramadhan Sananta dan menambah kekuatan lini tengah, membuat Ole Romeny menjadi target man tunggal. Perubahan ini sempat meningkatkan intensitas serangan, dengan peluang terbaik hadir pada menit ke-71 ketika tembakan Ole Romeny membentur mistar.
Masuknya Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra menambah variasi serangan, tetapi pertahanan Bulgaria yang solid serta penampilan kiper Dimitar Mitov membuat semua peluang gagal menjadi gol.
Timnas Indonesia menutup pertandingan tanpa gol meski terus menekan hingga menit akhir. Evaluasi lini depan menjadi pekerjaan rumah penting agar dominasi permainan dapat berujung pada hasil lebih maksimal, bukan hanya sekadar merepotkan pertahanan lawan.












