BOLATAIMENTKualifikasi Piala Dunia 2026NasionalPrediksi dan AnalisisSepakbolaTimnas Indonesia

Budi Sudarsono Ungkap Kualitas Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, Dua Striker Legendaris Timnas Indonesia

×

Budi Sudarsono Ungkap Kualitas Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, Dua Striker Legendaris Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini
Budi Sudarsono Ungkap Kualitas Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, Dua Striker Legendaris Timnas Indonesia
Budi Sudarsono Ungkap Kualitas Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, Dua Striker Legendaris Timnas Indonesia

liganusantara.com – ,Jakarta Menjelang gelaran FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27–30 Maret mendatang, Timnas Indonesia masih menghadapi persoalan di sektor penyerang.

Saat ini, lini depan skuad Garuda banyak bertumpu pada Ole Romeny. Namun hingga kini, PSSI belum menemukan sosok striker yang benar-benar ideal untuk menjadi tandem bagi penyerang Oxford United tersebut.

Ole Romeny sendiri sempat mengalami cedera serius yang membuatnya harus menepi cukup lama dari lapangan hijau. Kondisi ini membuat tim pelatih harus mencari alternatif lain agar lini serang tetap tajam.

Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, PSSI bersama pelatih John Herdman terus berupaya mencari penyerang tambahan yang mampu memperkuat skuad demi meraih target juara di ajang FIFA Series nanti.

Turnamen FIFA Series 2026 tidak hanya diikuti Indonesia sebagai tuan rumah. Tiga negara lain yang akan ambil bagian adalah Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).

Jika menilik ke masa lalu, Timnas Indonesia pernah memiliki dua penyerang yang sangat produktif dan menjadi andalan tim dalam mencetak gol. Mereka adalah Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, yang pada masanya dikenal sebagai striker berbahaya di Asia Tenggara.

Mantan striker Timnas Indonesia lainnya, Budi Sudarsono, baru-baru ini membagikan pandangannya tentang kedua pemain tersebut dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Vindes.

Memiliki Keunggulan Berbeda

Menurut Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas—yang akrab disapa Bepe—memiliki kemampuan luar biasa dalam duel udara dan penempatan posisi saat menyambut umpan.

Ia menilai Bepe termasuk salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, terutama dalam urusan mencetak gol melalui sundulan.

“Bepe itu penempatan untuk heading sangat bagus. Dia memang tidak terlalu tinggi, bahkan lebih pendek dari saya, tapi lompatan dan timing-nya luar biasa,” ujar Budi.

Sementara itu, Cristian Gonzales yang dijuluki El Loco dikenal memiliki insting gol dan kemampuan membaca posisi yang sangat tajam di kotak penalti.

“Kalau Gonzales, dia tidak terlalu banyak berlari. Tapi penempatan posisinya sangat baik. Untuk urusan heading mungkin masih unggul Bepe, tapi soal positioning Gonzales memang sangat berbahaya,” lanjutnya.

Budi menilai kedua striker tersebut memiliki karakter yang berbeda namun justru saling melengkapi di lini serang.

“Menurut saya mereka berdua striker yang luar biasa. Kelebihan masing-masing membuat mereka bisa saling melengkapi,” kata Budi.

Sepanjang karier profesionalnya, Budi Sudarsono juga pernah merasakan gelar juara Liga Indonesia bersama Persija Jakarta pada 2001 serta Persik Kediri pada 2006.

Peran Budi Sudarsono Berbeda

Ketika ditanya mengenai perbedaan gaya bermainnya dibandingkan Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales saat berada dalam satu tim, Budi menjelaskan bahwa perannya cenderung berbeda.

Ia mengaku lebih sering dimainkan sebagai second striker atau bahkan penyerang sayap.

“Posisinya memang berbeda. Kami sama-sama striker, tapi tugasnya tidak selalu sama. Kalau saya sering bermain sebagai second striker atau winger yang memberi assist kepada striker utama,” jelasnya.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa kesempatan mencetak gol tetap menjadi bagian dari tugasnya di lapangan.

Selama aktif bermain, baik di klub maupun Timnas Indonesia, ia lebih sering bergerak mencari bola dan membuka ruang dibandingkan menunggu umpan di kotak penalti.

“Saya biasanya lebih banyak bergerak mencari bola dan membantu suplai ke striker. Jadi perannya lebih kepada mendukung lini depan,” tuturnya.

Budi juga menyebut formasi yang sering ia jalani saat itu adalah 4-3-1-2, di mana ia memiliki tugas untuk menghubungkan lini tengah dengan penyerang utama.

Kini, legenda sepak bola Indonesia yang telah berusia 46 tahun itu tetap dikenang sebagai salah satu penyerang penting dalam sejarah Timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *