BRI SUPER LEGUEJADWAL PERTANDINGANKLASEMENLiga Indonesia 2025/2022026NEWSOlahragaPrediksi dan AnalisisSepakbolaSKOR TERKINI

Riekerink: Dewa United Ingin Tiru Mentalitas Liverpool di Leg Kedua

×

Riekerink: Dewa United Ingin Tiru Mentalitas Liverpool di Leg Kedua

Sebarkan artikel ini
Riekerink: Dewa United Ingin Tiru Mentalitas Liverpool di Leg Kedua
Riekerink: Dewa United Ingin Tiru Mentalitas Liverpool di Leg Kedua

Liganusantara.com, Pelatih Jan Olde Riekerink dari Dewa United FC menegaskan bahwa timnya ingin mencontoh mentalitas Liverpool, yang tetap optimistis membalikkan keadaan meski kalah 0-1 pada leg pertama. Hal ini disampaikan jelang pertandingan leg kedua perempat final AFC Challenge League 2026.

Dewa United dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC di Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis (12/3).

“Saya mengikuti komentar usai pertandingan Galatasaray melawan Liverpool di Liga Champions. Liverpool kalah 1-0, tapi mereka berkata, ‘Kami akan menyelesaikannya di kandang,’” ujar Riekerink dalam konferensi pers, Rabu, dikutip dari rekaman audio.

Menurut pelatih asal Belanda ini, sikap optimistis Liverpool menjadi motivasi bagi Dewa United untuk meraih hasil positif saat bermain di kandang.

“Kami pun ingin bersikap seperti itu. Memang kami kalah 1-0 di laga tandang, namun sekarang bermain di kandang, target kami jelas: memenangkan pertandingan,” tambah mantan pelatih Galatasaray ini.

Riekerink menekankan bahwa persiapan tim sudah berjalan optimal selama sepekan terakhir. Ia juga menekankan tanggung jawab besar Dewa United, tidak hanya sebagai klub tetapi juga sebagai wakil Indonesia di ajang kompetisi Asia.

“Persiapan kami cukup matang. Perlu diingat, kami ada di kompetisi ini karena finis di posisi kedua liga musim lalu. Dalam pertandingan ini, kami mewakili Dewa United sekaligus Indonesia,” ungkapnya.

Pada leg pertama, Riekerink menilai Dewa United kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. Namun ia menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar finishing, melainkan menambah jumlah pemain yang berada di kotak penalti lawan.

“Sentuhan akhir memang penting, tapi kami lebih fokus bagaimana menempatkan lebih banyak pemain di depan gawang,” jelasnya.

Selain itu, Riekerink menyoroti perbedaan gaya bermain kedua tim. Manila Digger memiliki karakter permainan berbeda karena diperkuat banyak pemain asal Afrika.

“Mereka punya sembilan pemain dari Gambia, jadi ini bukan sepenuhnya tim Filipina. Gaya bermain mereka lebih seperti sepak bola Afrika,” ujar Riekerink, yang pernah melatih di Afrika Selatan.

Ia menambahkan bahwa timnya harus bisa beradaptasi dengan taktik lawan yang berbeda.

“Kami mencoba menguasai bola dan menciptakan peluang dari penguasaan bola. Mereka memiliki pendekatan berbeda, jadi kami harus menyesuaikan diri,” pungkasnya.

Tags: Dewa United, Jan Olde Riekerink, Liverpool, AFC Challenge League 2026, Manila Digger FC, sepak bola Indonesia, Galatasaray, strategi sepak bola, mental juara, pertandingan kandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *