Liganusantara.com, Jakarta – Stadion Sumpah Pemuda bersiap menggelar duel panas pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Tuan rumah Bhayangkara FC dijadwalkan menjamu Arema FC, Selasa (10/3/2026) malam WIB. Meski berada dalam tren positif, pelatih Paul Munster memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya untuk tidak bersikap santai.
Juru taktik asal Irlandia Utara tersebut menegaskan bahwa Arema FC tetaplah ancaman besar yang bisa merusak ambisi The Guardians untuk tetap bersaing di papan atas klasemen musim ini.
Fokus Total Demi Papan Atas
Paul Munster menekankan bahwa kedisiplinan dan konsentrasi adalah kunci utama pada laga nanti malam. Ia enggan timnya kehilangan poin krusial hanya karena terlalu percaya diri.
“Menghadapi Arema FC, tidak ada kata santai. Kami harus tetap serius dan fokus penuh. Mereka memiliki materi pemain yang berkualitas. Laga ini sangat menentukan posisi kami di persaingan papan atas,” tegas Munster dalam sesi jumpa pers.
Efek Positif Perombakan Skuad

Laju Bhayangkara FC di putaran kedua memang tergolong impresif. Sejak melakukan perombakan pemain, tim yang kini bermarkas di Lampung ini berhasil mengemas lima kemenangan dari tujuh laga terakhir. Bahkan, Wahyu Subo Seto dkk. sukses mencatatkan empat kemenangan beruntun.
Laga melawan Arema FC menjadi pertandingan pemungkas sebelum kompetisi memasuki masa libur Hari Raya Idulfitri. “Kami ingin menutup periode ini dengan hasil sempurna. Saya sangat berharap dukungan langsung dari para suporter di stadion untuk menjadi pemain ke-12 kami,” tambah Munster.
Duel Lini Serang Mematikan
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi panggung adu ketajaman bagi para predator di kedua tim. Bhayangkara FC mengandalkan kuartet Ryo Matsumura, Privat Mbarga, Henry Doumbia, dan Moussa Sidibe untuk menggedor pertahanan lawan.
Di kubu tamu, duet maut Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius menjadi ancaman paling nyata. Dalberto, yang kini mengoleksi 14 gol, tengah bersaing ketat dengan David da Silva dalam perburuan sepatu emas (topskorer).
“Striker Arema sangat produktif dan hampir selalu mencetak gol di setiap laga. Itulah alasan mengapa kami tidak boleh relaks sedikit pun. Kami harus tampil kolektif dan saling membantu seperti di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” pungkas Paul Munster.










