Berita viral Sepak bolaBRI SUPER LEGUEKLASEMENLiga Indonesia 2025/2026NEWSOlahragaSepakbolaSKOR TERKINITRENDING

Juku Eja Kian Terpuruk: Tumbang di Tangan Persita, PSM Makassar Bertekad Bangkit Demi Hindari Zona Merah

×

Juku Eja Kian Terpuruk: Tumbang di Tangan Persita, PSM Makassar Bertekad Bangkit Demi Hindari Zona Merah

Sebarkan artikel ini
Juku Eja Kian Terpuruk: Tumbang di Tangan Persita, PSM Makassar Bertekad Bangkit Demi Hindari Zona Merah
Juku Eja Kian Terpuruk: Tumbang di Tangan Persita, PSM Makassar Bertekad Bangkit Demi Hindari Zona Merah

Liganusantara.com, Jakarta – Awan mendung menyelimuti PSM Makassar setelah kembali menelan pil pahit pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora BJ. Habibie, Senin (3/3/2026) malam, tim berjuluk Pasukan Ramang itu dipaksa menyerah dengan skor mencolok 2-4 oleh tim tamu, Persita Tangerang.

Hasil ini semakin memperburuk rekor buruk Yuran Fernandes dan kolega. Dalam 12 pertandingan terakhir di liga, PSM tercatat hanya mampu mengamankan satu kemenangan. Inkonsistensi ini memicu kemarahan suporter yang sempat meluapkan kekecewaannya kepada ofisial dan pemain sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Ancaman Degradasi Mengintai

Kekalahan memalukan ini membuat posisi PSM Makassar kian terjepit di papan bawah. Saat ini, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 23 poin. Selisih poin mereka kini hanya terpaut lima angka dari PSBS Biak yang berada di batas atas zona degradasi.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, mengakui bahwa timnya sedang dalam fase yang sangat sulit. Namun, ia menegaskan komitmen seluruh anggota tim untuk menyelamatkan wajah klub dari kasta kedua.

“Kami memiliki tekad kuat dan tidak ingin menjadi bagian dari sejarah kelam yang membuat PSM terdegradasi. Insya Allah, kami akan terus berjuang habis-habisan di sisa musim,” tegas pria yang akrab disapa Amir tersebut.

Lini Pertahanan Jadi Sorotan

Menanggapi jalannya pertandingan melawan Pendekar Cisadane, Amiruddin mengaku terkejut dengan rapuhnya lini belakang timnya hingga kebobolan empat gol. Padahal, menurutnya, persiapan selama sesi latihan sudah sangat matang.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada manajemen dan para suporter. Saya tidak ingin mencari alasan atau sekadar membela pemain. Secara taktis, kami merasa siap saat latihan, namun realita di lapangan justru berbanding terbalik,” ujar eks penyerang PSM tersebut.

Meskipun mampu mencetak dua gol yang dianggap sebagai sebuah kemajuan, Amir menekankan bahwa fokus utama tim saat ini bukanlah permainan cantik, melainkan hasil akhir. “Kami mencetak dua gol, ada progres di lini serang, tapi kebobolan empat gol itu sangat berat. Saat ini, yang kami butuhkan hanyalah tambahan poin untuk mengamankan posisi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *