Liganusantara.com – Penampilan penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, kembali menjadi bahan pembicaraan di Belanda usai tampil bersama Ajax Amsterdam dalam lanjutan Eredivisie musim 2025-2026. Walau sukses mencatatkan clean sheet saat menghadapi PEC Zwolle, ia tetap menerima sorotan tajam dari sejumlah analis dan eks pemain klub.
Pertandingan pekan ke-25 yang digelar di MAC3PARK Stadion pada Minggu (1/3/2026) berakhir tanpa gol. Dalam laga tersebut, Paes dipercaya tampil sejak menit awal. Itu menjadi penampilan keduanya sejak direkrut pada jendela transfer musim dingin Januari lalu.
Secara angka, kontribusi kiper 27 tahun itu tergolong memuaskan. Ia mampu menggagalkan dua peluang tepat sasaran lawan dan membantu timnya membawa pulang satu angka dari partai tandang yang tidak mudah.
Meski demikian, ada satu momen krusial di babak kedua yang nyaris berujung fatal. Pada menit ke-65, Paes menerima umpan pendek di area sendiri dan mencoba mendistribusikan bola saat ditekan penyerang Zwolle, Younes Namli. Bola yang dilepaskannya kurang sempurna dan memantul ke arah Koen Kostons yang berdiri bebas di depan gawang.
Situasi tersebut hampir saja menjadi petaka. Beruntung, Kostons gagal menguasai bola dengan baik sehingga Paes masih sempat mengamankan situasi sebelum terjadi gol.
Kejadian itu memancing komentar dari mantan pemain Ajax yang kini menjadi analis, Kenneth Perez. Dalam wawancaranya bersama Voetbal International, Perez menilai Paes belum sepenuhnya nyaman dengan gaya bermain Ajax yang mengharuskan kiper terlibat aktif dalam membangun serangan dari lini belakang.
Ia menyoroti beberapa keputusan distribusi bola yang dianggap terlalu berisiko dan kurang presisi, terutama ketika berada dalam tekanan lawan. Menurutnya, penjaga gawang Ajax harus mampu memilih momen yang tepat saat mengalirkan bola, bukan memaksakan situasi berbahaya.
Pandangan senada juga disampaikan mantan gelandang klub, Marciano Vink. Ia menyinggung tingginya jumlah kehilangan bola tim sepanjang pertandingan, yang dinilai tak sejalan dengan standar permainan Ajax.
Terlepas dari kritik tersebut, penilaian statistik justru menunjukkan performa yang impresif. Laman analisis pertandingan Sofascore memberikan rating 8,3 untuk Paes, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga itu.
Selain dua penyelamatan krusial, ia juga membukukan akurasi umpan 78 persen dengan 32 operan sukses dari total 41 percobaan. Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam sirkulasi bola tim.
Performa ini sekaligus melanjutkan tren positif sejak laga debutnya kontra NEC Nijmegen, ketika ia tampil gemilang dengan tujuh penyelamatan penting.
Kini, Paes dihadapkan pada tuntutan untuk terus meningkatkan adaptasi terhadap filosofi permainan Ajax. Ia juga perlu menjaga konsistensi penampilan, terlebih menjelang agenda internasional berikutnya bersama Timnas Indonesia.












