Liganusantara.com, Jakarta – Pertarungan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi momen krusial bagi Bali United dan Persijap Jepara. Kondisi psikologis kedua tim sedang bertolak belakang; Laskar Kalinyamat datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menjinakkan Persebaya, sementara Bali United terhimpit krisis kemenangan dan sanksi berat Komdis PSSI sebesar Rp380 juta.
Berikut adalah bedah kekuatan antarlini kedua tim yang diprediksi akan menentukan hasil akhir pertandingan:
Lini Belakang: Krisis Kepercayaan Diri vs Momentum Sendri

Sektor pertahanan menjadi titik paling mengkhawatirkan bagi Bali United. Kiper Mike Hauptmeijer tercatat sudah memungut bola 13 kali dari gawangnya sepanjang putaran kedua. Absennya Joao Ferrari akibat kartu merah memaksa Johnny Jansen memutar otak. Kadek Arel yang tengah dalam sorotan tajam suporter kemungkinan tetap dipasang, mungkin berduet dengan Tim Receveur sebagai bek tengah darurat. Di sisi sayap, Ricky Fajrin diharapkan mampu bangkit usai insiden gol bunuh diri pekan lalu.
Di kubu lawan, Persijap memiliki benteng yang sedang solid. Kiper senior Sendri Johansyah tampil heroik pekan lalu. Meski Rahmat Hidayat diragukan tampil usai insiden kolaps, Mario Lemos masih memiliki opsi tangguh pada duet Diogo Brito dan Tiri di jantung pertahanan, didukung fleksibilitas Aly Ndom yang bisa ditarik ke belakang.
Lini Tengah: Mirza Mustafic vs Kreativitas Alexis Gomez

Pertarungan di sektor gelandang akan menjadi kunci aliran bola. Bali United sangat bergantung pada produktivitas Mirza Mustafic yang sudah mengoleksi 5 gol. Ia diprediksi akan bahu-membahu bersama Kadek Agung dan Teppei Yachida untuk menjaga kedalaman.
Persijap kemungkinan besar akan memasang Aly Ndom sebagai jangkar jika ia tidak ditarik menjadi bek. Ia akan ditemani Wahyudi Hamisi yang dikenal lugas. Sebagai pengatur serangan, Alexis Gomez tetap menjadi ancaman lewat visi bermainnya yang telah menghasilkan 3 assist musim ini.
Lini Depan: Ancaman Nyata Iker Guarrotxena
Ketajaman lini depan menjadi pembeda mencolok saat ini. Bali United mengandalkan Thijmen Goppel yang sangat produktif (6 gol, 6 assist) untuk menyuplai Boris Kopitovic. Kabar baiknya, Irfan Jaya sudah kembali merumput dan langsung mencetak gol di laga terakhir.
Namun, perhatian utama tertuju pada bintang baru Persijap, Iker Guarrotxena. Pemain spanyol ini tampil “ngeri” dengan catatan 3 gol hanya dalam 5 laga. Ketajaman Iker, bersama Carlos Franca dan Ambrizal Umanailo, akan menjadi ancaman serius bagi lini belakang tuan rumah yang tengah rapuh.










