liganusantara.com – ,Jakarta Tahun 2026 menjadi periode krusial sekaligus penuh optimisme bagi Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia. Pergantian nahkoda di kursi pelatih menandai babak baru yang diharapkan mampu membawa kesinambungan prestasi sekaligus peningkatan performa.
Nama John Herdman kini menjadi sorotan utama para pendukung Garuda. Pelatih asal Inggris tersebut disebut-sebut memiliki rekam jejak mumpuni, termasuk saat menangani Timnas Kanada. Publik pun menaruh harapan besar agar ia mampu menghadirkan dampak positif bagi skuad Merah Putih.
Dua ajang penting sudah menanti di depan mata, yakni FIFA Series 2026 dan AFF Championship 2026. Turnamen tersebut akan menjadi tolok ukur awal sejauh mana kapasitas Herdman dalam mengangkat performa tim, bahkan dibandingkan dengan para pendahulunya seperti Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Pengamat sepak bola Gusnul Yakin menilai wajar jika pelatih tim senior memikul tekanan lebih besar dibanding level usia. Namun ia menegaskan pentingnya dukungan publik agar Herdman diberi ruang meracik komposisi terbaik bagi Timnas Indonesia.
Menghidupkan Kembali Antusiasme Suporter

Tak hanya soal prestasi, tantangan lain yang menanti adalah membangkitkan kembali gairah dan kecintaan publik terhadap tim nasional. Gusnul menyarankan agar Herdman fokus lebih dulu pada peningkatan kualitas permainan. Menurutnya, penampilan yang solid dan menarik akan secara otomatis memulihkan kepercayaan suporter.
Di level usia, tanggung jawab besar juga berada di pundak Nova Arianto bersama Timnas Indonesia U-20. Ia diharapkan mampu melanjutkan capaian positif sebelumnya, termasuk keberhasilan membawa tim U-17 tampil di ajang internasional.
Nova dituntut segera membangun fondasi tim yang kompetitif. Target realistis yang dibebankan kepadanya adalah membawa Timnas Indonesia U-20 menembus putaran final Piala Asia U-20, mengingat persaingan di kelompok usia tersebut jauh lebih ketat dibanding level U-17.
Tantangan Berat Kurniawan

Sementara itu, tekanan paling besar dinilai berada pada Kurniawan Dwi Yulianto. Mantan striker Timnas Indonesia tersebut mengemban misi membawa Timnas Indonesia U-17 bersaing di level Asia dengan target jangka panjang menuju Piala Dunia U-17 2026.
Tugas tersebut tidak mudah. Di ajang Piala Asia U-17 nanti, Indonesia harus menghadapi tim-tim kuat seperti Japan national under-17 football team, China national under-17 football team, dan Qatar national under-17 football team.
Selain beratnya persaingan, waktu persiapan yang terbatas menjadi kendala tersendiri. Dengan masa persiapan yang relatif singkat, Kurniawan dituntut mampu membentuk tim solid dalam waktu cepat. Meski tantangan besar membayangi, harapan dan doa tetap mengiringi langkah tiga pelatih Timnas Indonesia dalam mengarungi fase transisi ini.











